Belum Terpapar Corona, Sekolah dan Lainnya tetap Beraktivitas

Sergai,PONTAS.ID  – Belum Terpapar virus Corona  Kabupaten Sergai Bedagai  tetap jalankan aktivitas Sekolah Dan Lainnya seperti biasa.

“Prinsipnya kita harus melindungi rakyat Sergai dari ketakutan akibat virus Covid -19, padahal virus itu  rentan dengan panas matahari dan epideminya cepat mati atau tidak mampu berkembamg biak.Kalau sekolah diliburkan,maka kita akan kesulitan berkomuni kasi,sementara anak didik akan mengikuti ujian dan ini menjadi kendala.Kita harus bersinergi untuk mengatasi kondisi ini,dan mengantisipasinya,kalau harus kita liburkan sekolah maka kita harus tau untuk apa.

Inu yang dikatakan Bupati Sergai Soekirman didampingi WabubDarma Wijaya dan Sekda M. Faisyal Hasyrimu usai melakukan rapat kordinasi,bersama seluruh OPD, Polres Sergai, MUI, Tokoh Lintas Agama dengan agebda khusus,antisipasi virus Covid-19 atau Corona di Aula Sultan Serdang komplek kantor bupati Sergai di Sei Rampah, Senin (16/3/2020).

Selanjutnya Bupati menambahkan, Sergai mengantisipasi wabah Corona dengan konsep Undang-Undang dan dapat dipertanggung jawabkan. Untuk itu segala krgiatan yang mrngumpulkan lebih 30 orang, sebaiknya untuk sementara ditiadakan atau ditunda dan kita fokus mengantisipasi virus Covid ini,   dengan dana yang di Poskan di Bencana Alam atau Pos Lainnya..

“Untuk itu Kepala BPBD diberi tanggung jawab untuk menjadi Posko Corona,dibantu Disdik dan dinas yang lain yabg sudah masuk Gugus dengan tugas untuk mengantisipasi dan melindungi warga dari virus Covid-19”,papar Bupati Soekirman,”imbuh Bupati.
Sementara itu, kepada MUI dan Pemuka Agama Kristiani,Hindu dan Budha,Bupati memberi  tugas untuk memberikan pencerahan kepada umat dan masyarakat jangan warga sampai panik,dan warga jangan sampai terjadi kegaduhan akibat salah persepsi,kata H. Soekirman.
Dalam kesempatan itu Kepala BPBD Sergai,Hendry Suharto meminta dibuat surat  edaran karena di Sergai belum ada case,dan ini disesuai kan dengan SK dan ujungnya untuk mendapatkan BTT ( Belanja Tak Terduga).
Sedangkan BPKA  Sergai mengungkap kan, pengolahan keuangan ada bebera pa kegiatan melakukan penundaan seperti PRSU, dengan pertemuan lebih 30 orang. Soal keuangan harus sesuai dengan isu yang kita alami,jangan ada unsur manfaat dan kalaupun sudah terjadi harus dibuat belanja pergeseran. Intinya,harus dibuat LPJ pengeluaran anggaran yang jelas dan diluar anggaran pemerintah,dan kepada BPBD harus hari2 membuat peraturan Tanggap Darurat.Harus ada Pansus Bupati untuk membuat tanggap darurat,kata Kepala BPKA Sergai.
 Kadis Kesehatan Sergai,Bulan Simanungkalit menjelaskan, “sampai hari ini belum ada yang terdeteksi warga yang kena virus Covid-19,ada 2 warga yang baru pulang dari Thailand dan sudah dideteksi dan dibawa pemeriksaan. Belum ada warga yang terpapar virus Corona,kita juga sudah berupaya membeli dan mencari Thermometer scane,tapi juga hilang dari pasaran.Selain itu,Dinkes sudah membuat Posko ditempat ramai,seperti pasar dan terminal selama 14 hari.
“Besok kita akan melakukan disenvektasi ke sekolah – – sekolah yang dianggap rawan bersama Dinas Pendidikan”,pungkas dr. Bulan Simanungkalit.
Diakhir penjelasannya,Bupati H. Soekirman kembali menegaskan,Bahwa Sergai  belum masuk daerah darurat corona,dalam hal ini Pemkab Sergai sudah membentuk Gugus Penanggula ngan dan melibatkan stakeholder terkait.
  Melakukan himbauan saran pola hidup bersih dengan mendatangi warga.Melakukan pemantauan dinas terkait,keluarga,kantor dan lingkungan serta sekolah.lakukan penyuluhan,oleh Dinkes (para medis), Dinas Sosial dan selama 14 hari,pungkasnya.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Idul HM
Previous articleSemarakkan Hut ke-74, Bupati Resmi Buka Asahan Expo 2020
Next articleSelain Jaga Stok BBM, Pertamina Juga Kedepankan Kesehatan Pegawai