Terus Dikebut, Begini Progres Proyek Pipa Gas Gresik-Semarang

Jakarta, PONTAS.IDProyek jaringan pipa gas transmisi 28 inci Gresik-Semarang yang dibangun PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melalui anak usahanya PT Pertamina Gas (Pertagas) ditargetkan selesai pembangunan fisik atau mechanical commissioning pada Maret 2020.

Saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 98 persen. Jaringan pipa gas ini diharapkan bakal memaksimalkan penggunaan gas bumi di Jawa Tengah.

Manajer PR & CSR Pertagas, Zainal Abidin, mengatakan, jaringan pipa gas ini memiliki panjang 268 km. Dan, 80% jaringan gas tersebut terletak tidak jauh dari samping jalur kereta api.

“Progresnya sudah 98 persen. Tinggal sekitar satu kilometer lagi di daerah Gresik. Saat ini masih ada pengerjaan pemasangan pipa gas di area Gresik,” tutur dia, Kamis (3/10).

Zainal menuturkan, pipa transmisi ini berdiameter 26 inchi dengan panjang 267 kilometer. Sesuai dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN) 2016-2030 sumber gas akan berasal dari lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) dengan kapasitas 500 MMSCFD.

“Untuk pengoperasian, teraliri gas menunggu produksi Jambaran Tiung Biru,” tandas dia.

Jika sudah tersambung, sambung Zainal, pipa Gresik-Semarang ini akan menjadi bagian dari pipa TransJawa. Dalam rencana jangka panjang pipa TransJawa akan terhubung dengan pipa Sumatera yang pengelolaan nantinya akan dilakukan oleh sub holding gas.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk, Rachmat Hutam,a mengatakan, kehadiran jaringan pipa gas Gresik-Semarang dapat menyuplai gas untuk industri dengan kapasitas maksimal 400 MMSCFD.

Setelah menyelesaikan proyek tersebut, PGAS akan membangun pipa gas distribusi untuk jalur Semarang-Kendal-Unggaran sepanjang 96 kilometer.

“Jaringan pipa gas ini akan menjamin kebutuhan pasokan gas di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya,” ungkap dia.

Ke depan, PGAS berharap koneksi infrastruktur gas bumi trans Jawa akan tersambung hingga Jawa Barat bahkan Sumatra. Hal ini untuk meningkatkan keandalan pasokan serta perluasan pasar dan utilisasi gas bumi domestik.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

 

Previous articleKembangkan PLTS, Tiga BUMN Bentuk Perusahaan Patungan
Next articleGandeng Kemenkeu, Pertamina Tingkatkan Literasi Laporan Keuangan