85 Mahasiswa Papua Ikuti Pelatihan Bela Negara

Jakarta, PONTAS.ID – Asisten Teritorial (Aster) Kasdam XVIII/Kasuari, Kolonel Kav Susanto, membuka acara Pelatihan Bela Negara bagi mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, Papua Barat, Kamis (12/9/2019).

“Dengan pelatihan Bela Negara ini, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air para mahasiswa, sehingga nantinya dapat menjadi generasi yang mampu menjaga kedaulatan NKRI,” kata Susanto membacakan sambutan tertulis Pangdam Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

Pangdam berharap, dengan keikutsertaan para mahasiswa dalam pelatihan bela negara ini, akan dapat memperoleh suatu pemahaman dan kesadaran tentang tanggung jawab bela negara, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Upaya bela negara tidak hanya menjadi tanggung jawab dan tugas TNI saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab dan tugas seluruh komponen masyarakat, baik secara individu maupun kelompok atau organisasi, sesuai dengan profesi dan kemampuan masing-masing,” ujar Sudanto melalui keterangan resminya.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta mengatakan, adanya kegiatan Pelatihan Bela Negara dirasakan membantu pihak perguruan tinggi dalam memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan, serta memperluas wawasan pemikiran para mahasiswa.

“Dengan adanya kegiatan pendidikan atau pelatihan bela negara ini, TNI sangat membantu dalam membentuk mental serta perilaku mahasiswa, agar lebih cinta kepada negara dan peduli terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Pelatihan Bela Negara berlangsung selama 3 hari, 12 hingga 14 September, diikuti 85 orang (41 putra dan 44 putri) mahasiswa dan mahasiswi Semester V Polbangtan.

Adapun materi yang diberikan meliputi, Wawasan Kebangsaan, Tataran Dasar Bela Negara, Empat Konsensus Dasar Kebangsaan, Kepemimpinan, Pengetahuan tentang Mitigasi Bencana, UU No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Hanneg) dan Aplikasinya.

Kemudian, Bahaya Radikalisme, Terorisme dan Separatisme, Pengetahuan Bahaya Narkoba, Proxy War dan tentang Kerukunan Umat Beragama.

Penulis: M. Abriyanto
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous article126 Wasit Forki Ikuti Seleksi Piala Panglima TNI
Next article2020, Jonan Targetkan Listriki Seluruh Indonesia