Gelar Acara Pasar Akhir Pekan, Artha Graha Peduli Suarakan Anti Golput

Foto Dok: Artha Graha Peduli.

Jakarta, PONTAS.ID – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang jatuh pada tanggal 17 April ini, Artha Graha Peduli (AGP) menggelar pasar akhir pekan bertajuk Pesta Rakyat dan Budaya pada 13-14 April.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Lot 7, SCBD, Senayan, Jakarta, itu AGP mengampanyekan semangat antigolput, persatuan bangsa, dan keberagaman.

“Jangan karena perbedaan, kita tercerai-berai. Kita sambut pesta demokrasi dengan sukacita. Kita boleh berbeda pilihan, tetapi tetap satu bangsa,” kata Ketua Pelaksana AGP, Heka Hertanto, Sabtu (13/4/2019).

Heka mengatakan, AGP  mempunyai misi untuk menggalakkan aksi zero golput. AGP berharap semua warga negara Indonesia dapat berpartisipasi dalam pesta demokrasi karena ini sangat menentukan nasib Indonesia dalam lima tahun ke depan.

“Selain itu, yang membanggakan adalah pesta demokrasi kita ini pertama kali di dunia dan menjadi contoh negara-negara lain. Indonesia bisa memilih presiden dan legislatif dalam sehari saja,” ungkapnya.

Seusai jalan santai, peserta pesta rakyat dan budaya diajak bergembira lewat serangkaian kegiatan lain, mulai senam aerobik dan zumba yang dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya hingga permainan tradisional, seperti balap karung, lomba bakiak, dan tarik tambang.

“Seluruh kegiatan di pesta rakyat dan kebudayaan merupakan representasi kegembiraan. Yang namanya merayakan pesta demokrasi dengan gembira, ya seperti ini. Kita senang-senang bersama, main bareng, joget bareng, dan makan bareng. Namanya saja senang-senang,” ujar Heka.

Menariknya, dalam Pasar Akhir Pekan: Pesta Rakyat dan Kebudayaan ini peserta juga turut dimanjakan dengan sejumlah penampilan, seperti Tari Ratoh Jaroe yang dibawakan siswa-siswi SMA 70 Jakarta termasuk penampilan sejumlah kelompok musik dan atraksi kelompok seni gondrang.

Selain itu, yang tidak kalah seru para peserta juga mengikuti sejumlah lomba, seperti futsal, basket, dan pingpong, dan menjajal ketangkasan duduk di atas model banteng liar.

Puncak acara Pesta Rakyat dan Kebudayaan ditutup dengan nonton bareng debat capres. Walaupun demikian, lanjut Heka, bahwa yang namanya pesta demokrasi harus dirayakan dengan gembira.

“Tidak boleh ada kesusahan, apalagi permusuhan karena sebagaimana diketahui masyarakat adalah warga yang hidup di dalam negara dengan kebinekaan. Itu semua harus disepakati bersama untuk memupuk rasa persaudaraan sambil berharap siapa yang terpilih sebagai presiden dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik,” ungkap Heka.

Penulis: Stevany

Editor: Idul HM

Previous article4 Hari Jelang Pemilu, PDIP Masih Teratas Versi LSI Denny JA
Next articleHarga Bawang Naik, Mendag Instruksikan agar Importir Keluarkan Stok