
Jakarta,PONTAS.ID – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim)melalui Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa mengadakan rapat koordinasi pembahasan langkah-langkah Percepatan Pemenuhan BBM, Pemulihan Lingkungan dan Masyarakat Pasca Bencana Alam Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur di Hotel Aryaduta Jakarta, Selasa (09/04/2019). Rapat koordinasi ini dibuka langsung oleh Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandono.
“Janji saya terpenuhi, seminggu yang lalu teman- teman dari Manggarai Barat datang dengan Ibu Wakil Bupati, waktu itu meminta agar mengadakan pertemuan khusus untuk membahas langkah-langkah pasca terjadinya bencana. Saya menjanjikan dalam waktu dekat kita berkumpul dan seluruh K/L terkait kami undang untuk bisa membahas secara tuntas dan hari ini Alhamdulilah terpenuhi,” jelas Deputi Agung.
Lebih lanjut, Kemenko Bidang kemaritiman terus berupaya untuk membangun kembali aksesibilitas untuk masyarakat mulai dari jalan, jembatan hingga rumah layak huni.
Langkah ini diapresiasi langsung oleh para peserta, khususnya Bupati Manggarai Barat, Agustinus CH Dula.
“Menko Bidang Kemaritiman mengkoordinir seluruh kegiatan pembangunan dalam usaha ke sidang IMF pada oktober 2018 dan sudah berjalan dengan baik, tetapi ada beberapa bagian akibat bencana ini membuat kita menderita kerugian, yaitu seperti air bersih hingga padamnya listrik (jaringan seluler juga tidak bisa digunakan),” tutur Bupati Agustinus.
Asisten Deputi Bidang Sumber Daya Mineral, Energi dan Non Konvensional Amalyos yang juga menjadi pemimpin rapat koordinasi ini meminta setiap K/L terkait untuk dapat berkontribusi di setiap lini Kabupaten Manggarai Barat yaitu dengan mempersilahkan setiap K/L untuk dapat menginformasikan bagaimana peran mereka serta kendala–kendala apa yang terjadi di lapangan, dengan begitu bersama Bupati Manggarai Barat beserta jajarannya dapat mencari jalan keluar bersama.
“BPH Migas sudah menyampaiian bahwa akan mengundang secara khusus Bapak Bupati untuk lebih spesifik membahas terkait kebutuhan dan usulan pembangunan infrastruktur pemenuhan BBM. Lebih detailnya lagi, terkait dengan bagaimana recovery dan pemulihan infrastruktur yang ada untuk mendukung apa yang sudah ditargetkan oleh Pemerintah, menjadikan Manggarai Barat menjadi salah satu destinasi wisata nasional kita, dan Pertamina juga akan mengambil perannya disisi ini” terang Asdep Amalyos.
Dengan begitu Kemenko Bidang Kemaritiman serta K/L terkait lainnya dapat bersinergi dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat untuk membuat suatu kesepatan dengan deadline awal bulan Mei 2019 mendatang.
Penulis: Hartono
Editor: Idul HM



























