Jakarta, PONTAS.ID – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui Tim Penegakan Hukum dan Layanan Warga Binaan Pemasyarakatan pasca Gempa dan Tsunami di Wilayah Sulawesi Tengah memberikan bantuan psikososial melalui trauma healing kepada petugas pemasyarakatan.
Sebab, gempa bumi yang mengakibatkan tsunami dan likuifaksi di Palu Sulawesi Tengah itu, menimbulkan trauma tersendiri bagi masyarakat Palu termasuk petugas pemasyarakatan.
“Petugas Pemasyarakatan merupakan pembina narapidana dan tahanan, oleh karenanya mereka harus lebih kuat dibanding warga binaan yang ada di lembaga pemasyarakatan,” kata salah satu Psikolog pada lapas Cipinang Jakarta, Winanti, yang turut dalam tim trauma pasca gempa, di Palu, Selasa (4/12/2018).
Pemberian dukungan psikososial, lanjut Winanti, karena masih ada beberapa petugas yang memang benar-benar mengalami trauma mendalam akibat gempa dan tsunami, “Banyak dari perugas yang mengalami kecemasan (unsietas) karena gempa, misal dengar suara pintu atau pintu bergerak, langsung panik,” terang Winanti dalam keterangan tertulisnya, sore tadi.
Butuh Waktu
Adapun metode yang digunakan dalam penanganan pasca trauma ini dapat dilakukan melalui Hipnoterapi Konvesional atau Hipnotis dengan menutup mata dan Awake Hipnoterapi atau hipnotis dengan mata terbuka.
Namun kali ini tim psikolog yang diterjunkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menggunakan metode Awake Hipnoterapi.
“Tapi memang tidak banyak yang ikut, karena mungkin mereka malu dan tempatnya juga mungkin harus tertutup, dan juga sepertinya harus dibuatkan posko khusus untuk penanganan trauma jadi memang penangan trauma itu membutuhkan waktu,” lanjut Winanti.
Petugas yang mengikuti kegiatan tersebut berjumlah lebih kurang 50 (lima puluh) orang yang berasal dari Lapas Kelas II A Palu, Lapas Perempuan Palu, LPKA Palu, Rutan Kelas II A Palu, Bapas Palu dan Rupbasan Palu.
Sementara pelaksanaannya dibagi menjadi 2 gelombang, gelombang pertama di pusatkan di Lapas Kelas II A Palu pada 3 desember 2018 dan gelombang kedua hari ini (4 desember 2018) dipusatkan di Rutan kelas II A Palu.
Penulis: Hasanudin
Editor: Pahala Simanjuntak




























