Perencanaan Tak Jelas, 3 Proyek Pasar Induk Tebingtinggi Mubazir

Kondisi bangunan Pasar Induk di Jalan AMD, Kelurahan Lubuk Baru, Kecamatan Padang Hulu, Tebingtinggi kini ditumbuhi rumput dan ilalang, Senin (19/11/2018)

Tebingtinggi, PONTAS.ID – Tiga pasar Induk yang dibangun Pemkot Tebingtinggi menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2017 tidak berfungsi alias mubazir.

Salah satunya, pasar induk yang berada di Jalan AMD, Kelurahan Lubuk Baru, yang setahun lalu telah selesai dikerjakan PT Airan Hidup Jaya dengan anggaran Rp.11,48 miliar, saat ini kondisinya terbengkalai lantaran tidak berfungsi.

Demikian juga dengan pasar induk rakyat di Kelurahan Mentos dan Kelurahan Sei Segiling, mengalami hal yang sama dan di areal pasar telah ditumbuhi rerumputan dan ilalang.

Hal ini diakui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tebingtinggi, Gul Bahri Siregar, “Untuk pasar induk di Jalan AMD, fasilitas pasarnya masih perlu dilengkapi dulu dan juga masih perlu dilakukan penimbunan pelataran parkir, dan lain-lain,” kata dia menjawab PONTAS.id, melalui aplikasi percakapan WhatsApp, Senin (19/11/2018).

Sementara untuk pasar yang berada di Kelurahan Mentos dan Kelurahan Sungai Seigiling, kata Gul Bahri memang belum berfungsi, meskipun pihaknya, telah membagikan kunci kios kepada seluruh pedagang, “Cuma karena belakangan ini keadaan sepi pembeli, sehingga mereka para pedagang banyak yang sudah tidak berjualan lagi,” kata dia.

Begitu juga dengan pasar induk yang berada di Kelurahan Sei Sigiling, sudah dibagikan kepada masyarakat yang berminat untuk berdagang, “Pada awal pembagian kios dan stand, mereka semangat untuk berjualan, tapi karena sepi pembeli akhirnya para pedagang nggak buka lagi ” jawabnya.

Terpisah, Ketua GM FKPPI Kota Tebing Tinggi Ferry Lukas Tarigan menyesalkan Pemkot Tebing Tinggi yang dinilai memaksakan pembangunan ketiga pasar induk tersebut.

“Seharusnya, Wali Kota Tebing Tinggi, Umar Zunaidi Hasibuan, melakukan survei terlebih dahulu. Kalau begini namanya pemborosan anggaran karena tidak tepat sasaran,” kata dia kepada wartawan, Minggu (18/11/2018).

Menurut dia, jika pembangunan ketiga pasar induk itu tidak dipaksakan, maka anggaran yang digunakan untuk pembangunan pasar tersebut dapat dialokasikan kepada pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Tebingtinggi, seperti sekolah berkebutuhan khusus maupun sekolah Paud.

“Kami minta BPK dan Kejaksaan untuk memeriksa proyek ini, agar menimbulkan efek jera bagi pejabat yang kerap membuat proyek mubazir. Karena, dana tersebut adalah uang negara yang tentunya adalah uang rakyat,” tutupnya.

Penulis: David Simanjuntak
Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here