Sepenggal Kisah Bahan Peledak Dinamit hingga Nobel Prize

Jakarta, PONTAS.ID – Pernahkah mendengar Nobel Prize? Penghargaan yang diberikan kepada tokoh-tokoh yang berpengaruh dan komitmen dalam bidang Kimia, Fisika, Sastra, hingga Perdamaian?

Ialah Alfred Benhard Nobel, seorang Kimiawan penemu Dinamit dari Stockholm, Swedia. Nobel, lahir pada 21 Oktober 1833 dan meninggal pada 10 Desember 1896. Ayahnya yang juga seorang insiyur telah banyak berkontribusi pada tentara Rusia dalam menyiapkan peledak yang diletakkan di lautan saat Perang Krim.

Nobel memiliki 2 saudara tertua lelaki dan adik lelaki bernama Emil. Nobel ketika lulus sarjana menjadi tertarik pada Nitrogliserin sebagai bahan peledak, sebelumnya ia tidak menaruh perhatian pada hal-hal seperti ini, namun Ayahnya tetap mendorongnya untuk tetap menjalani apa yang pernah Ayahnya kembangkan.

Namun, karna percobaan Nitrogliserin inilah, Nobel kehilangan Adiknya Emil. Pengembangan Nitrogliserin ini tetap ia pelajari, sampai ia mendapatkan hak paten pada 1866 atas penemuannya bernama “Dinamit” yaitu campuran Nitrogliserin dengan tanah halus dalam bentuk batang.

Berkat kesuksesannya dalam membangun pabrik di lebih dari 20 negara ia sempat dijuluki sebagai “pengembara terkaya Eropa” dengan membangun lebih dari 90 pabrik. Karena kesuksesannya, banyak orang berusaha menjatuhkannya, dengan beberapa penemuan yang ia buat, sebelum mengajukan hak paten, orang-orang ikut merusak reputasinya dengan mengaku bahwa penemuan Nobel ialah penemuan mereka.

Nobel pun akhirnya sedikit demi sedikit meninggalkan dunia fisika dan kimia. Setelah kepergian satu-per-satu anggota keluarga yang ia cintai, kesehatan Nobel menurun. Ia juga terkejut, bahwa penemuannya ternyata dimanfaatkan untuk hal yang merusak.

Sebelum akhir hayatnya, Nobel menuliskan Surat wasiat dan Testamen terakhir pada Swedish-Norwegian Club di Paris. Dalam isi suratnya, ia mengatakan ‘kekayaannya’ dapat digunakan dan dipakai untuk hadiah pada siapa saja yang berkontribusi dan berdedikasi baik pada bidang-bidang seperti Sastra, Fisiologi, Kimia, Obat-obatan hingga Sastra.

Kekayaan Nobel sendiri di dapat dari pendirian pabrik, dan 300-an lebih hak paten yang ia dapat. Nobel, selama hidupnya tidak pernah menikah maupun memiliki anak. Di akhir hidupnya, ia menghabiskan waktu menulis, dan mendalami sisi lain dari bidang Fisika dan Kimia. Kehidupan personalnya terhadap beberapa perempuan yang ia kasihi, dituangkan dalam bentuk buku biografi yang isinya surat-surat balasan pada beberapa perempuan yang ia cintai.

Nobel Prize diumumkan biasanya pada Oktober saat tanggal kelahiran sang inisiator yaitu Alfred Benhard Nobel pada 21 Oktober, lalu penyerahan penghargaan diadakan pada 10 Desember tepat peringatan meninggalnya Nobel. Pemberian penghargaan tersebut berupa Mendali, sebuah diploma, dan pemberian uang yang bervariasi tiap tahun.

Penyelenggaraan Nobel Prize pertama diadakan pada 1901 di Norwegia dan Swedia. Nama yang pernah memenangi Nobel Prize seperti Bertha von Suttner (Perdamaian), Albert Einstein (Fisika), Artturi Ilmari Virtanen (Kimia), Yasunari Kawabata (Sastra), Stanley B. Prusiner (Fisiologi/Kedokteran), dan Richard Thaler (Ekonomi).

Penulis : Corani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here