Dukung Ketahanan Pangan, Ribuan Santri Turun ke Sawah

Jakarta, PONTAS.ID – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan (Kalsel) akan menurunkan ribuan santri untuk turun ke sawah menanam padi sebagai bentuk dukungan menciptakan ketahanan pangan.

Selain menanam padi, santri juga akan dilibatkan melakukan penanaman pohon guna mengatasi lahan kritis di Kalsel.

Hal ini disampaikan Ketua PWNU Kalsel, Abdul Haris Makkie, di sela-sela kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional di Kampus Universitas NU Kalsel, Senin (22/10).

“Warga NU dan santri mendukung program ketahanan pangan. Nantinya ribuan santri akan kita turunkan menanam padi di Desa Jejangkit, Barito Kuala,” tuturnya.

Keterlibatan para santri untuk menanam padi ini merupakan tindak lanjut ajakan Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor saat kegiatan Pena Hijau Award 2018 kemarin yang mengajak para santri ikut ambil bagian dalam ketahanan pangan dan pemulihan kerusakan lingkungan.

“Sedikitnya 5.000 santri dan mahasiswa NU akan kita turunkan,” ujar Haris Makkie.

Penanaman padi akan dipusatkan di lahan eks Hari Pangan Sedunia di Desa Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala dimana Pemprov Kalsel menargetkan pembukaan lahan sawah seluas 4.000 hektare.

Pencetakan sawah besar-besaran juga akan dilakukan di 13 kabupaten/kota di Kalsel dengan memanfaatkan lahan kosong dan lahan tidur serta kawasan rawan kebakaran lahan.

“Banyak lahan tidur yang mudah terbakar dan menyebabkan kabut asap, jika lahan tersebut dimanfaatkan untuk pertanian maka otomatis kebakaran lahan bisa dikurangi, dengan catatan kegiatan pembukaan lahan tidak dengan cara membakar, ” ungkap Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.

Tidak hanya menanam padi, ribuan santri juga akan dilibatkan dalam aksi penanaman pohon di daerah sepanjang DAS guna mengatasi kondisi kerusakan kawasan hutan dan lahan kritis. Sebagian besar DAS di Kalsel mengalami kerusakan dan luas lahan kritis mencapai lebih 647.000 hektare.

Pemprov Kalsel melalui program revolusi hijau menargetkan penanaman pohon 32.000 hektare per tahun.

Instansi pemerintah terkait seperti Dinas Kehutanan dan BP DAS Barito menyiapkan bibit untuk membantu kegiatan rehabilitasi DAS dan lahan kritis di Kalsel. Jumlah pondok pesantren di Kalsel sendiri tercatat lebih 300 buah dengan jumlah santri puluhan ribu orang.

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here