Hukuman Guillotine, 2 Abad Sejarah Kelam Prancis

Jakarta, PONTAS.ID – Sejarah hari ini, tepatnya 15 Oktober 1793 lalu, Marie Antoinette Ratu dari Perancis setelah menjalani proses peradilan, akhirnya dijatuhi hukuman mati pada hari berikutnya dengan dipenggal kepalanya menggunakan pisau penggal Guillotine atau lebih dikenal dengan hukuman ‘Guillotine’.

Hukuman mati yang diberi nama ‘Guillotine’ ini diambil dari nama sang pengaju konsep, yaitu Dokter Joseph Ignace Guillotine. Ia berharap, dengan alatnya, hukuman mati tersebut dapat berkurang. Pada saat itu, alat ini dianggap sebagai yang paling cepat dan manusiawi.

Namun, Joseph Guillotine sendiri tidak menyetujui hukuman mati. Menurut data pada 1790-an, sudah lebih dari 50ribu orang melaksanakan hukuman tersebut. Salah satunya, pemimpin Perancis dari dinasti Bourbon yaitu Louis XVI dan Istrinya Marie Antoinette yang dijuluki sebagai ‘Madame D√©ficit’ karena menjadi Ratu yang Boros, dan menghasilkan krisis di Perancis saat itu.

Guillotine dirancang untuk menghalangi rasa sakit sebanyak mungkin. Eksekusinya dilakukan dengan posisi terpidana tidur tengkurap dan leher ditaruh di antara dua balok kayu di mana di tengah ada lubang tempat jatuhnya pisau.

Pada ketinggian 7-10 meter. Pisau dijatuhkan oleh eksekutor, dan kepala terdakwa jatuh di sebuah keranjang yang ada di depan yang telah di siapkan.

Tindakan ini menurut para dokter, akan menghilangkan kesadaran para terdakwa selama 10 detik, saat dulu sebelum awal abad 19, eksekusi guillotine ditonton oleh umum, namun setelah itu berkurang, karena dilaksanakan hanya di ruang seperti gudang besar saja.

Terpidana terakhir yang dihukum dengan alat ini bernama Hamida Djandoubi pada 10 September 1977, di Marseille, Perancis.

Eksekusi Guillotine sendiri paling terkenal diberikan pada pasangan pemimpin Perancis, karena keduanya berada pada masa kelam ketika rakyat membencinya, para petinggi kerajaan mengkhianati, dan kepercayaan rakyat pada sang Raja Louis XVI tertutup karena perilaku foya-foya Marie Antoinette serta kepergian salah satu anaknya.

Hingga saat ini, menurut banyak artikel, hukuman mati paling manusiawi yang diciptakan oleh manusia sendiri, dan sangat modern berasal dari zaman Yunani Kuno, dengan menegak racun, dan hanya tidur di hadapan para eksekutor tanpa merasa sakit dan terluka.

Penulis : Corani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here