Jepang Pastikan Bantu RI Tangani Dampak Gempa Sulteng

Tampak alat berat bekerja membersihkan puing di lokasi terdampak gempa dan tsunami di Palu, Sigi dan Donggala

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah Jepang berkomitmen mendukung Pemerintah Indonesia dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi Sulawesi Tengah. Komitmen ini diawali dengan pemberian technical assistance penyusunan rencana induk (masterplan) rehabilitasi dan rekonstruksi Palu.

Komitmen itu ditegaskan Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Presiden Japan International Cooperation Agency (JICA) Shinichi Kitaoka saat bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di sela-sela rangkaian acara pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WBG) di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

“Pendekatannya adalah build back better, tidak sekadar rebuild. Karenanya diperlukan bantuan teknis untuk membangun Palu yang baru berdasarkan masterplan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Menteri Basuki, melalui keterangan resminya, Sabtu (13/10/2018).

Menteri Basuki menjelaskan bahwa penanganan pascabencana Sulteng meliputi tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi, dimana untuk tahap tanggap darurat akan dibuatkan hunian sementara (huntara) bagi warga.

“Kita akan buat Huntara karena sebagian rumah hancur dan tidak bisa diperbaiki lagi seperti di Balaroa dan Petobo, sehingga diperlukan relokasi. Kita susun Masterplan untuk pembangunannya. Masterplan inilah yang akan didukung oleh JICA” terang Menteri Basuki.

Sebagaimana diketahui, kerjasama antara Indonesia dan Jepang sendiri telah memasuki tahun ke-60, khususnya dengan Kementerian PUPR.

Pada periode awal, kerjasama lebih banyak pada pembangunan infrastruktur sumber daya air seperti bendungan, namun kini berkembang ke sektor jalan tol, sanitasi dan perumahan.

Kerjasama dalam pembangunan infrastruktur tidak hanya memberi manfaat pada hadirnya infrastruktur fisik semata namun juga memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, alih teknologi, serta pengembangan kelembagaan.

Editor: Hendrik JS

Previous articleBPTJ: Ganjil-Genap Diperpanjang Hingga Akhir Tahun
Next articlePresiden Dapat Standing Applause, Hasto: Prabowo Kalah 5:0

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here