Fadli Zon Diingatkan Tak Ubah Lirik Lagu Anak-anak Jadi Komoditas Politik

Wakil Ketua DPR Fadli Zon

Jakarta, PONTAS.ID – Waketum Gerindra Fadli Zon menyindir pemerintah soal kenaikan harga BBM jenis Pertamax dengan kembali mengubah lirik lagu anak ‘Naik-naik ke Puncak Gunung’ ciptaan Ibu Sud.

Parpol koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin mengingatkan Fadli untuk berkampanye dengan damai tanpa harus memprovokasi dengan merubah lagu anak-anak.

“Kenapa pakai pendekatan menjelekkan lagi? Jangan sampai masyarakat terpecah, terlalu mahal dampaknya,” ucap Wasekjen PKB Daniel Johan, Kamis (11/10/2018).

“Jangan sampai lagu anak-anak yang penuh nilai jadi tidak mendidik, apalagi yang menciptakan kan tokoh senior,” sambungnya.

Daniel pun mengingatkan Fadli akan imbauan KPU yang meminta para timses peserta Pilpres 2019 untuk menahan diri dengan tidak saling memprovokasi dan menghasut.

“Katanya komit untuk kampanye damai berbasis visi dan program?” tegas Wakil Ketua Komisi IV DPR ini.

Hal senada juga dikatakan Wasekjen PPP Achmad Badowi meminta Fadli tak menjadikan lagu anak-anak sebagai komoditas politik.

“Kasihan pencipta lagu anak-anak karena liriknya diubah oleh Fadli Zon dan dijadikan komoditas politik,” katanya.

Pria yang akrab disapa Awiek itu juga meminta Fadli untuk tak memperkeruh keadaan. Mengingat, kenaikan BBM tersebut untuk komoditi Pertamax yang banyak dikonsumsi masyarakat ekonomi mampu.

“Jadi elite jangan memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Awiek pun kemudian menyinggung Fadli yang juga menjadi salah satu orang yang ikut menyuarakan kebohongan Ratna Sarumpaet. Menurutnya, kasus hoax Ratna tersebut mempengaruhi kepercayaan publik terhadap Wakil Ketua DPR itu.

“Publik juga tahu itu sehingga berpengaruh terhadap respon publik atas apapun yang disampaikan FZ,” kata Awiek.

Kebebasan Berekspresi

Sementara itu, Wasekjen PAN Saleh Daulay Partaonan membela Fadli Zon terkait dengan mengubah lirik lagu anak ‘Naik-naik ke Puncak Gunung’ ciptaan Ibu Sud dengan soal pemerintah menaikan harga BBM Jenis Pertamax.

Saleh menyebut hal dilakukan Fadli itu sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.

“Sebuah ekspresi, silakan saja. Selama yang disampaikan itu benar, anggap saja kritik. Mudah-mudahan bisa menyemangati pemerintah agar semakin kreatif,” kata Saleh.

Saleh meminta semua pihak untuk menyikapi secara bijak sindiran Wakil Ketua DPR RI itu. Menurutnya, kritik Fadli terhadap pemerintah bertujuan baik.

“Saya yakin, Pak Fadli Zon mengkritik secara proporsional. Keinginannya sama dengan pemerintah. Ingin agar masyarakat sejahtera dan tidak ada kesulitan sedikit pun,” ujarnya.

PT Pertamina (Persero) hari ini menaikkan harga BBM Pertamax menjadi Rp 10.400. Waketum Partai Gerindra Fadli Zon lalu menyindir pemerintah atas kebijakan itu.

Sindirian disampaikan Fadli lewat akun Twitternya, @fadlizon, dengan memuat lirik lagu ‘Naik-naik ke Puncak Gunung’. Namun sama seperti lagu ‘Potong Bebek Angsa’, lirik lagu ciptaan Ibu Sud tersebut diubah Fadli.

Demikian lirik lagu ‘Naik-naik di Puncak Gunung’ yang sudah diubah Fadli:

NAIK NAIK BBM NAIK
TINGGI TINGGI SEKALI
NAIK NAIK LISTRIKPUN NAIK
TINGGI TINGGI SEKALI
NAIK NAIK PAJAK PUN NAIK
TINGGI TINGGI SEKALI
KIRI KANAN KULIHAT SAJA
BANYAK RAKYAT SENGSARA 2x

tagar 2019GantiPresiden
tagar 2019PrabowoSandiMenang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here