Jubir Jokowi Tak Berkelas, Parpol Koalisi: Fahri Jangan Asal Jeplak

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKS, Fahri Hamzah

Jakarta, PONTAS.ID – Parpol Koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin meradang dengan tudingan politikus Fahri Hamzah menyatakan juru bicara Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak berkelas.

Politikus Hanura Inas Nasrullah Zubir meminta untuk tidak asal berbicara terkait juru bicara capres-cawapres tak berkelas.

Menurut Inas, justru Fahri yang tidak berkelas dalam mengeluarkan pernyataan.

“FH (Fahri Hamzah) kalau komen dipikir dulu jangan asal jeplak, nanti malah malu sendiri,” ujar Inas, Rabu (10/10/2018).

Inas mengungkapkan, seharusnya pernyataan itu ditujukan kepada diri Fahri sendiri. Sebab, menurutnya, Fahri lah yang selalu mengumbar pernyataan-pernyataan yang tak berkelas.

“(Jadi) Fahri sedang berada dalam salon kecantikan lalu berkaca di depan cermin, eehh… ehh yang dilihat ternyata seseorang yang selalu mengumbar komentar panas dan kekanak-kanakan,” tuturnya.

Namun Inas sepakat dengan tudingan Fahri yang menyebut juru bicara badan pemenangan nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tak berkelas. Inas lalu memaparkan makna kata ‘canggih’ yang disebutnya tertera dalam kamus besar bahasa Indonesia.

“Sedangkan bahasa yang canggih menurut kamus besar bahasa Indonesia bermakna (1) ‘banyak cakap; bawel; cerewet’, (2) ‘suka mengganggu (ribut)’, (3) ‘tidak dalam keadaan yang wajar, murni, atau asli’, (4) ‘kehilangan kesederhanaan yang asli (seperti sangat rumit, ruwet, atau terkembang),” papar Inas.

Inas lalu kembali menyindir Fahri. “Jadi kalau FH bilang bahwa Jubir Jokowi nggak canggih, udah bener tuh, beda sama FH yang omongan-nya canggih alias bawel, gede omong and cerewet,” tutur Inas.

Disisi lain, Politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mengaku heran dengan tudingan Fahri itu.

“Gimana Fahri bisa tepuk dada dan bicara soal kelas jubir? Sama TKI (Tenaga Kerja Indonesia) saja dia nggak laku? Gimana mau jadi jubir rakyat?” kata Irma, Rabu (10/10/2018).

Irma menjelaskan maksud pernyataannya tersebut. Hal itu terkait kasus cuitan ‘babu’ Fahri yang pernah ramai. Saat itu Fahri mengomentari masyarakat Indonesia bekerja di luar negeri sama saja dengan mengemis menjadi babu.

“Beliau itu cuma kadang-kadang saja cerdas, tapi lebih sering offside-nya,” ujar Irma.

Fahri sebelumnya memandang perdebatan seputar pilpres harusnya substansial, bukan isu-isu tak penting. Jika para jubir terus mengeluarkan komentar panas, Fahri takut isu pilpres akan habis sebelum hari H.

“Ya terus terang saja, saya bisa mengatakan juru bicara kedua belah pihak ini nggak ada yang canggih. Baik petahana atau penantang ini kedua-duanya juru bicaranya nggak ada yang canggih. Itu nggak berkelas itu. Nggak berkelas jubir-jubirnya itu,” kata Fahri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here