Jakarta, PONTAS.ID – Koalisi Prabowo-Sandiaga meminta kepolisian untuk
bertindak represuf menyikapiaksi unjuk rasa para mahasiswa di sejumlah daerah.
“Kami melihat kondisi kekinian banyak demo mahasiswa yang hadapi perlakuan represif dari aparat,” kata politikus PAN Yandri Susanto, Jumat (21/9/2018).
Yandri mengatakan, adanya aksi mahasiswa belakangan ini menunjukkan kondisi negara sedang carut marut.
Ia menuturkan, para Sekjen partai pengusung bakal Capres Prabowo-Sandi menyoroti aksi demonstrasi mahasiswa. Sebab, segala kritikan mahasiswa sudah sepatutnya diserap pemerintah.
“Tim Prabowo-Sandi minta, agar aparat tidak lakukan hal-hal di luar kewajaran terhadap demo mahasiswa,” ujarnya.
“Kami prihatin, beberapa daerah yang terjadi demo mahasiswa, tetapi dihadapi represif. Itu pembahasan selain Timses,” kata Yandri.
sebelumnya, Aksi unjuk rasa dua kubu massa yang pro dan kontra terhadap Jokowi berakhir bentrok di depan DPRD Sumatera Utara, Kamis (20/9/2018).
Bentrokan diawali aksi saling lempar antara kedua kubu yang menyampaikan tuntutan berbeda.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bentrokan terjadi saat anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS, Zulkarnain sedang menerima aspirasi Aliansi Mahasiswa Se-Kota Medan yang demo mendesak Jokowi mundur dengan alasan tidak mampu memperbaiki kondisi ekonomi dari keterpurukan.
Saat Zulkarnain berada di atas mobil komando dan para mahasiswa sedang mendengarkan tanggapannya, tiba-tiba lemparan air mineral bermunculan dari massa pengunjuk rasa pro pemerintahan Jokowi menamakan Komunitas Masyarakat Cinta NKRI.
Lemparan ini memancing emosi mahasiswa dan membalas lemparan tersebut.
Aksi saling lempar ini hanya berlangsung singkat, ratusan personil kepolisian yang ada dilokasi langsung menjauhkan dua kelompok massa. Pada akhirnya aksi saling lempar berhasil dihentikan.




























