Jakarta, PONTAS.ID – Permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada perwira TNI dan Polri untuk menyampaikan capaian kinerja pemerintah kepada masyarakat menuai kritik. Anggota Komisi I DPR F-PDIP Charles Honoris mempertanyakan letak kesalahan Jokowi.
“Saya tidak mengerti dimana salahnya apabila personel TNI/Polri diminta menyampaikan kepada masyarakat terkait pencapaian negara. Bahkan seluruh komponen bangsa harus ikut mensosialisasikan apa yang sudah menjadi keberhasilan negara,” kata Charles dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/8/2018).
Menurut dia, permintaan Jokowi itu tak perlu menjadi polemik. Charles mengatakan sudah seharusnya seluruh elemen bangsa turut menyosialisasikan keberhasilan negara.
“Seruan Pak Jokowi bahwa TNI/Polri ikut mensosialisasikan keberhasilan pemerintah tidak perlu menjadi bahan perdebatan apalagi menjadi polemik,” tuturnya.
Charles menyebut selama ini Jokowi tak pernah menyalahgunakan institusi TNI-Polri. Dalam hal ini pun Jokowi tak meminta TNI-Polri mendukung calon tertentu di kontestasi politik. Ia yakin TNI-Polri dan institusi negara lainnya bekerja profesional dan netral jelang Pemilu 2019.
“Menjadi salah apabila alat negara diperintahkan untuk mendukung calon tertentu dalam sebuah kontestasi politik. Ini kan sama sekali tidak dilakukan Pak Jokowi,” ucap Charles.
“Saya memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa TNI, Polri dan seluruh aparatur negara bisa bekerja profesional dan menjaga netralitas menjelang Pileg dan Pilpres 2019,” imbuh dia.
Permintaan Jokowi itu menuai kritik dari Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria. Riza Patria menilai Presiden Jokowi offside karena memberikan arahan kepada TNI/Polri untuk menyosialisasi kinerja pemerintah.
“Kok offside lagi? Ngasih pengarahan nyuruh TNI/Polri supaya mempromosikan dan menyosialisasikan kinerja pemerintah kepada masyarakat di momentum yang tepat, itu sangat bertentangan dengan UU Pemilu,” kata Riza kepada wartawan, Kamis (23/8).
Wakil Ketua DPR dari F-Gerindra Fadli Zon juga berpendapat arahan Jokowi politis. “Permintaan Presiden Joko Widodo di depan anggota TNI/Pori untuk menyosialisasikan kinerja pemerintah, jelas pernyataan yang sangat berbahaya. Sangat politis,” tuturnya




























