Jakarta, PONTAS.ID – Menanggapi maraknya video yang beredar terkait dengan buaya di Pondok Dayung, Jakarta Utara, pihak kepolisian mengantisipasinya dengan memprioritaskan keselamatan warga.
Kepala Seksi Pertolongan dan Penyelamatan Direktorat Polisi Air Baharkam Polri Kompol Faried menyatakan, pihaknya tidak memfokuskan diri pada penangkapan buaya.
“Kami fokusnya menjaga masyarakat. Kalau untuk mencarinya itu memang agak sulit. Jadi, kami lebih fokus mengamankan masyarakatnya,” kata Faried kepada wartawan, Senin (18/7/2018).
“Kami sudah stand by empat kapal. Jadi, karena ada berita viral mengenai buaya ini saja jadi agak lebih terfokus,” kata Faried
Masyarakat diminta selalu mewaspadai hal tersebut. Selain itu, Faried meminta masyarakat melaporkan kepada pihak berwajib jika mendapati buaya tampak di permukaan air.
Terkait dengan pencarian buaya itu, peneliti biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, mengatakan pencarian buaya muara di perairan laut tergolong sulit. Jarak pandang di air laut serbaterbatas. Karakter buaya yang sensitif terhadap suara dan gerakan kapal petugas juga menyulitkan pencarian.
Dia menyarankan pencarian dilakukan dengan pemetaan lokasi-lokasi mangrove. Pasalnya, spot mangrove merupakan tempat bagi buaya berjemur saat suhu tubuh mulai mendingin.
“Buaya butuh tempat berjemur. Spot-spot itu perlu dipetakan. Di Jakarta Utara banyak lokasi mangrove yang bisa dipetakan,” ujar Amir.
Menurutnya Amir, Waktu terbaik untuk melakukan penyisiran ialah saat peralihan waktu menuju malam. Buaya diketahui aktif menunjukkan diri ke permukaan air saat peralihan ke malam hari.
Buaya muara tersebut dilaporkan muncul pertama kali pada Kamis (14/6), muncul kembali pada Jumat (15/6) dan Sabtu (16/6). Buaya tersebut sempat ditembak petugas TNI AL, tapi masuk ke air lalu menghilang.
Editor: Idul HM




























