Fokus Infrastruktur, Kementerian ESDM Genjot Efisiensi Anggaran

Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk desa belum berlistrik oleh Kementerian ESDM

Jakarta, PONTAS.ID – Alokasi anggaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tiap tahunnya dibuat makin efisien dan pemanfaatannya mayoritas langsung menyentuh rakyat.

Ada dua aspek penting terkait strategi anggaran Kementerian ESDM yaitu kuantitas dan kualitas. Dari aspek kuantitas, besaran anggarannya dibuat lebih efisien dengan melakukan penghematan.

“Dari aspek kualitas, mayoritas dimanfaatkan untuk belanja yang lebih produktif seperti infrastruktur,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi, di Jakarta, Senin (11/6/2018).

Tahun 2015, lanjut dia, alokasi anggaran Kementerian ESDM sekitar Rp 15 triliun. Kemudian dilakukan penghematan sehingga tahun 2016 hingga tahun 2018 alokasi anggarannya berturut-turut sebesar Rp 7,7 triliun, Rp 6,6 triliun dan Rp 6,5 triliun.

“Budget size Kementerian ESDM makin efisien dari tahun ke tahun. Selain itu, yang lebih penting adalah porsi pemanfaatan anggarannya mulai tahun 2018 mayoritas atau 57 persen untuk belanja publik fisik, untuk infrastruktur. Ini seirama dengan belanja infrastruktur nasional yang juga meningkat,” tambah Agung.

Dijelaskan Agung, Tahun 2018, mayoritas atau 57 persen anggaran Kementerian ESDM dibelanjakan untuk infrastruktur atau yang bersentuhan langsung dengan rakyat diantaranya:

  • Jaringan gas untuk 88 ribu rumah tangga
  • Pembagian konverter kit LPG untuk 25 ribu nelayan kecil
  • Pemboran air bersih di 550 daerah sulit air
  • Pembagian 170 ribu Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk desa belum berlistrik.

“Porsi infrastruktur 57 persen di APBN Kementerian ESDM baru terjadi mulai tahun ini. Excersice untuk tahun 2019 juga diatas 50 persen. Tahun-tahun sebelumnya belum pernah mencapai 50 persen,” jelas Agung.

Meskipun tahun 2018 anggaran Kementerian ESDM hanya sekitar Rp 6,5 triliun, namun kontribusi sektor ESDM terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) nasional mencapai Rp 120,5 triliun.

“Dari rencana PNBP nasional tahun 2018 sekitar Rp 1.895 triliun, kontribusi dari sektor ESDM sebesar Rp 120,5 triliun atau 44 persen. Itu cukup besar,” tutup Agung.

Editor: Hendrik JS

Previous articleRusia Bersedia Bantu RI Lawan Kampanye Negatif Minyak Kelapa sawit
Next article361.495 Kenderaan Tinggalkan Jakarta Lewat Cikarut Sejak H-8