Jakarta, PONTAS.ID – Industri startup kembali diramaikan kehadiran startup baru yaitu Adsvokat, sebuah platform crowdsourcing berbasis economy sharing yang menyasar kalangan mahasiswa.
Daniel Tumiwa, selaku Chief Adsvokator dari Adsvokat menjelaskan, Adsvokat, sebuah platform yang menghubungkan brand (Adsvertiser) dengan kaum muda pecinta brand (Adsvokator), melalui inovasi medium iklan Out-of-Home (OOH) yang terintegrasi secara digital dan non-digital.
Melalui platform tersebut, kaum muda khususnya mahasiswa, dapat berpartisipasi aktif dalam mempromosikan brand favoritnya, di lingkungan sekitar. “Era media sosial membuat siapa saja bisa menjadi ambassador dari sebuah brand,” kata Daniel selaku Chief Adsvokator dari Adsvokat dalam rilis yang diterima PONTAS.id, Jakarta, Rabu, (30/5/18).
Daniel menuturkan, selain para influencers yang kini tengah ramai dibicarakan, anak muda pun memiliki potensi besar untuk melakukan advokasi dari brand yang disukai.
Daniel melihat banyaknya potensi kaum muda yang belum digali, terkait dengan penggunaan media digital. Menurutnya, banyak anak muda menggunakan media sosial untuk sekadar berinteraksi. Padahal, jika mau berusaha, mereka dapat memperoleh uang saku tambahan dari media sosialnya. Untuk itu, Adsvokat hadir bagi kaum muda yang ingin memiliki uang saku tambahan.
Di sisi lain, brand dapat terhubung secara langsung dengan anak muda yang bersedia menjadi brand ambassador-nya atau yang disebut sebagai ‘Adsvokator’, serta menilai langsung kinerja mereka.
Penilaian dapat dilakukan berdasarkan performa yang dilakukan oleh setiap Adsvokator yang terdaftar di Adsvokat. Brand pun dapat memberikan rewards sesuai dengan performa atau poin yang diperoleh.
“Adsvokat didesain untuk mendorong setiap pihak berpartisipasi aktif dalam semua aktivitas yang ada di dalamnya,” jelas Andre.
Adsvokat menyediakan berbagai tantangan dalam bentuk brand campaign, di dalam platform tersebut. Anak muda yang bersedia menjadi Adsvokator dari brand pilihannya.
Mereka akan mengikuti beberapa tantangan seperti menempelkan stiker brand pada mobil, motor, helm atau laptop miliknya. Mereka juga akan diminta untuk melakukan selfie dan mengunggahnya di akun media sosial pribadi, layaknya seorang influencer atau selebgram.


















