Sekolah Diminta Deteksi Dini Radikalisme Pada Siswa

Ketua KPAI Susanto ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Ketua KPAI Susanto menyesalkan pelibatan anak-anak dalam aksi pengeboman. Susanto mengingatkan tak ada ajaran agama mana pun yang mengajarkan terorisme.

“Kami mengimbau kepada semua pihak agar tidak melakukan kejahatan teror, termasuk melibatkan anak. Ajaran agama apa pun mengajarkan kasih sayang dan kedamaian, bukan mengajarkan terorisme. Aksi teror melanggar ajaran agama,” kata Susanto dalam keterangan pers, Selasa (15/5/2018).

Dia mengimbau semua sekolah berperan aktif dalam deteksi dini radikalisme pada murid-muridnya. Diharapkan pihak sekolah ikut meluruskan pandangan yang keliru soal agama.

“Kedua, kepada pihak sekolah agar melakukan deteksi dini potensi infiltrasi radikalisme terjadi pada anak. Jika ada anak usia sekolah ada gejala berpikir dan berpandangan ekstrem, perlu segera dilakukan penanganan terbaik,” jelasnya.

Tak hanya itu, Susanto juga mengimbau masyarakat bersatu padu dan proaktif melakukan deteksi terkait tindak terorisme di lingkungannya.

“Ketiga, masyarakat saling mengingatkan, menguatkan, dan mencegah agar tak ada potensi pelaku terorisme di lingkungannya,” ajaknya.

Previous articlePemerintah Optimis Trend Positif Ekplorasi Migas Tetap Terjaga
Next articleKPUD Jabar: Debat Publik Paslon Diuji Pengecut dan Pecundang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here