Ekowisata Budaya Sekkaron Bidik Pasar Global

Ekowisata Budaya Sekkaron

Semarang, PONTAS.ID – Empat desa yang berada di lereng Gunung Telomoyo berkolaborasi mendukung destinasi wisata yang dikemas dalam Ekowisata Budaya Sekkaron.

Keempat desa di wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah itu adalah Sepakung, Kemambang, Kebumen, dan Tegaron (Sekkaron). Gugusan desa tersebut mempunyai potensi pedesaan yang natural, peternakan dan pertanian.

Hadirnya Ekowisata Sekkaron ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui destinasi wisata desa yang didukung oleh Vino Foundation. Kepala Desa Sepakung Ahmad Nuri mengatakan hadirnya Ekowisata Sekkaron ini untuk menjual keunggulan wisata alam terbuka, wisata pertanian, peternakan, perkebunan serta atraksi seni dan budaya.

Dengan begitu, wisatawan yang berkunjung di Sekkaron bisa tinggal dan beraktivitas langsung bersama masyarakat, baik menyangkut pertanian, peternakan dan perkebunan.

“Wisatawan bisa beraktivitas menanam padi, memerah susu sapi dan memberi makan hewan ternak tersebut dan memanen serta mengolah bijih kopi, sejak tahap petik di kebun hingga dinikmati. Untuk atraksi kesenian, ada bermacam- macam seperti rodat, reog dan tari prajuritan,” kata Ahmad Nuri saat Soft Launching Ekowisata Budaya Sekkaron di Lapangan Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Semarang, Senin, (14/5/18).

“Sedangkan untuk budayanya ada agenda merti dusun dan sedekah bumi. Sehingga wisatawan bisa ikut langsung berpartisipasi dan berbaur dalam prosesi kegiatan budaya tersebut,” tambah dia.

Destinasi Ekowisata Sekkaron juga membidik wisatawan mancanegara dari Eropa sehingga keunggulan yang ada di empat desa tersebut bisa saling melengkapi untuk menambah dayatarik kunjungan. Lewat paket wisata yang ditawarkan, terdapat fasilitas antar jemput wisatawan dari bandara Ahmad Yani Semarang sampai ke Sekkaron.

“Misalnya jika ada wisatawan yang akan menikmati paket kunjungan Ekowisata Sekkaron kita jemput dari bandara dan setelah beraktivitas di sini selama tiga sampai empat hari, kemudian kita antar lagi ke bandara,” ujar Nuri.

Dalam upaya mendukung ekowisata ini, ke empat desa telah menyiapkan homestay berstandar wisatawan asing yang benar- benar nyaman. Selain itu, setiap desa juga telah melatih para pemuda desa untuk bisa menguasai bahasa Inggris.

Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha menambahkan Pemerintah Kabupaten Semarang telah menggelontorkan anggaran Rp1,6 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalanguna mendukung pengembangan wisata di empat desa Sekkaron.

Ngesti berharap apa yang dilakukan oleh Desa Sepakung, Kemambang, Kebumen dan Desa Tegaron bisa mengilhami desa- desa lainnya untuk berani mengelola dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki desanya. “Kita dorong pariwisata berbasis desa agar perekonomian masyarakat desa ikut terangkat,” tandasnya.

Previous articleE-Commerce Sangat Mumpuni bagi Desainer Muslim
Next articleDPR Diminta Dukung Penuntasan Revisi UU Terorisme

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here