Luhut Dorong Seminar Edukasi Sawit Yang Diinisiasi Vatikan

Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan dalam pertemuannya dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda. deen Haag, Belanda, (26/7)

Jakarta, PONTAS.ID – Dari Den Haag, siang harinya Menko Luhut bertolak ke Berlin, Ibukota Jerman. Pada perjalanan Kunjungan ini yang ia alami adalah tidak sedikit mitra dialognya yang tidak mengenal Indonesia secara mendalam. (26/4)

“Banyak yang tidak tahu kalau kita sudah cukup maju di bidang teknologi, di bidang ekonomi kita juga tumbuh dengan memuaskan, saya katakan kami tahu apa yang harus kami lakukan, tidak perlu lagi mengajari kami karena kami mengalami sendiri serangan dari kelompok radikal, masalah limgkungan hidup, semua itu membuat kami mengerti dan tahu apa yang harus dilakukan,” jelas Luhut, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima PONTAS.ID, di Jakarta, Jumat (27/4/2018).

“Makanya saya bilang kepada mereka lebih baik datang langsung ke Indonesia sehingga bisa melihat dan mengalami sendiri apa yang terjadi di Indonesia. Kami ini bukan banana republic,” ujarnya.

Menurut Luhut, Hal ini berdampak pada informasi yang mereka terima tidak lengkap bahkan bisa saja, salah.

Menjawab pertanyaan Wartawan Pada saat perjalanan, apakah yang dikhawatrikan Indonesia jika pembatasan pembelian produk biodiesel dari kelapa sawit jadi diputuskan, luhut mengatakan akan memanfaatkan waktu yang masih cukup lama ini untuk melakukan pembicaraan dan menyampaikan apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk kelapa sawit.

“Salah satunya adalah seminar yang akan difasilitasi oleh Vatikan, yang bertema Palm oil alliance for humanity and peace” jawabnya.

Editor: Idul HM

Previous articleAturan Turunan UU Perlindungan PMI Sudah Mendesak
Next articleWonderful Indonesia Kembali Berpartisipasi di VITM