Perdana, Pisang Mas Tanggamus Masuki Pasar Luar Negeri

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, Banun Harpini, didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tanggamus Zainal Abidin, pada saat pelepasan Perdana Ekspor Pisang Mas Tanggamus, di Tanggamus, Lampung, Selasa (24/4).

Jakarta, PONTAS.ID – Untuk pertama kalinya, Sebanyak 61 ton jenis pisang Mas Tanggamus asal Lampung diekspor untuk ke luar negeri.Komoditas ini digadang menjadi komoditas unggulan baru yang akan meramaikan ekspor nasional.(24/4)

Menyusul jenis pisang Cavendish yang telah diekspor ke Korea, Cina, Jepang dan Timur Tengah sejak tahun 1993 yang lalu. Pisang Mas Tanggamus, kini dapat melenggang masuk ke pasar buah ke Cina.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Kementerian Pertanian, Banun Harpini saat melepas ekspor perdana pisang Mas Tanggamus ke Cina ini menyampaikan apresiasi yang tinggi atas bentuk kemitraan yang telah terjalin.

“Saya menilai bentuk kemitraan ini sangat strategis dalam rangka pemantapan pembangunan hotrikutura di tingkat petani,” kata Harpini, dalam keterangan resminya yang diterima PONTAS.ID, di Jakarta, Selasa (24/4/2018).

Harpini mengatakan, Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, upaya peningkatan pendapatan petani dan negara melalui ekspor berbagai komoditi strategis menjadi hal yang diprioritaskan.

Banun juga mengungkapkan, Jajaran Badan Karantina Pertanian juga berperan aktif mendorong akselerasi ekspor melalui diplomasi harmonisasi peraturan perkarantinaan di negara-negara tujuan ekspor, memberikan layanan inline inspection, pelayanan sertifikasi jaminan kesehatan tumbuhan (PC-Phytosanitary Certificate) serta memfasilitasi sarana kegiatan ekspor produk pertanian.

Untuk komoditas ekspor baru, “pisang Mas Tanggamus ini secara teknis diberikan pendampingan agar standar mutu pisang dapat memenuhi persyaratan karantina negara tujuan melalui penetapan instalasi karantina tumbuhan yang dikhususkan untuk eskpor komoditas buah pisang segar” jelas Hanun.

Menurut Banun, Keberadaan Badan karantina tumbuhan memberikan kemudahan serta mendorong percepatan ekspor komoditas pisang. Kegiatan ekspor dapat langsung dilakukan di kebun atau farm tanpa mengabaikan persyaratan yang diminta oleh negara tujuan.

Ditempat yang sama, Ketua Kelompok Tani Tani Hijau Makmur, Mudjianto menyampaikan, bahwa usaha tani yang dilakukan bersama anggota kelompoknya merupakan sinergi kemitraan dengan PT Great Giant Pinneapple.

“Sebanyak 275 petani asal desa Sumbermulyo, kecamatan Sumber Rejo, Kabupaten Tanggamus yang tergabung dalam kelompok Tani Hijau Makmur berhasil membudidayakan pisang Mas yang sesuai dengan kebutuhan ekspor,” ujar Mudjianto.

Perusahaan PT Great Giant Pinneapple, merupakan salah satu perusahaan yang telah sukses mengantarkan jenis pisang Cavendish memasuki pasar di empat negara sejak beberapa tahun silam.

Dari data ekspor menunjukan tren peningkatan, tercatat di tahun 2017 volume ekspor pisang Cavendish asal Provinsi Lampung berjumlah 14.757 ton dan triwulan pertama tahun 2018 berjumlah 5.581 ton.

Direktur Urusan Hubungan Pemerintahan PT GGP,Welly Sugiono, mengataka, Saat ini luas lahan pisang Mas Tanggamus yang dikelola secara kemitraan adalah 210 ha, dan akan terus ditingkatkan menjadi 300 ha ditahun 2018, 600 ha di tahun 2019 dan tahun 2020 seluas 1.000 ha.

Welly juga menyampaikan, bahwa dengan luas lahan tersebut diharapkan terus terjadi peningkatan produksi dari 137 ton tahun 2017 dan naik bertahan hingga 20.000 ton di tahun 2020.

“Saat ini produksi masih untuk pasar domestik dan terus dialokasikan hingga 75% pisang Mas Tanggamus ini untuk ekspor, agar petani mendapat nilai tambah,” jelas Welly.

Hal sejalan dengan ungkapan Soleh, Ketua Koperasi Produsen Hijau Makmur, mengatakan, bahwa untuk harga, sebelumnya petani menjual pisang dengan harga Rp.1.000,-/ kg untuk pasar domestik namun kini dengan perlakuan khusus untuk ekspor dapat dijual ke koperasi dengan harga Rp. 2.500,-/kg.

“Dengan perlakuan guna penuhi persyaratan ekspor, petani bisa mendapat nilai tambah,” kata Soleh.

Editor: Idul HM

Previous articleIni Jadwal dan Siaran Langsung Leg I Semifinal Liga Champions
Next articleKembangkan Usaha, Pelaku Bisnis UMKM Lokal Beralih ke Pasar Digital

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here