Tri Wulan Pertama, Ekspor Indonesia Tembus USD 44,27 Miliar

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto

Jakarta, PONTAS.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, nilai ekspor Indonesia sepanjang Maret 2018 mencapai USD 15,58 miliar. Secara kumulatif, sejak Januari–Maret 2018 berhasil menembus angka mencapai USD 44,27 miliar.

“Meningkat 8,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2017. Sedangkan ekspor nonmigas mencapai USD 40,21 atau meningkat 9,53 persen,” ungkap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto, di kantor BPS Pusat, Jakarta, Senin (16/4/2018)

Dijelaskan Suhariyanto, peningkatan terbesar ekspor nonmigas Maret 2018 terhadap Februari 2018 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar USD 358,9 juta (18,58 persen), “Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada timah sebesar USD 92,5 juta (45,25 persen),” kata dia.

Sedangkan menurut sektor, Suhariyanto mengatakan, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari–Maret 2018 naik 4,60 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, demikian juga ekspor hasil tambang dan lainnya naik 41,48 persen, “Sementara ekspor hasil pertanian turun 9,32 persen,” terang Suhariyanto.

Tiongkok Terbesar
Suhariyanto menyebutkan, ekspor nonmigas Maret 2018 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD 2,36 miliar , disusul Amerika Serikat USD 1,59 miliar, dan Jepang USD 1,43 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 37,78 persen.

“Sementara ekspor ke Uni Eropa (28 negara) sebesar USD 1,53 miliar,” kata Suhariyanto.

Terkait nilai impor Indonesia, Suhariyanto menjelaskan, pada Maret 2018 mencapai USD 14,49 miliar atau naik 2,13 persen dibanding Februari 2018, demikian pula jika dibandingkan Maret 2017 meningkat 9,07 persen.

Impor nonmigas Maret 2018, lanjut Suhariyanto, mencapai USD 12,23 miliar atau naik 2,30 persen dibanding Februari 2018, sementara jika dibanding Maret 2017 meningkat 11,08 persen.

Sedangkan impor migas Maret 2018 mencapai USD 2,26 miliar atau naik 1,24 persen dibanding Februari 2018, namun turun 0,64 persen dibanding Maret 2017.

Peningkatan impor nonmigas terbesar Maret 2018 dibanding Februari 2018, menurut Kepala BPS K. Suhariyanto, adalah golongan mesin dan pesawat mekanik USD 286,9 juta (14,84 persen), sedangkan penurunan terbesar adalah golongan mesin dan peralatan listrik sebesar USD 153,1 juta (9,19 persen).

Editor: Hendrik JS

Previous articleDianggap Sering Buat Gaduh, Amien Rais Disarankan Pensiun
Next articleKemenhub Jelaskan Penyebab Pipa Bocor di Balikpapan ke DPR