Terkait ISIS, Dua WNI Diseret ke Penjara Malaysia

Ilustrasi, Pasukan Anti Teror Kerajaan Malaysia

Jakarta, PONTAS.ID – Pengadilan Malaysia memenjarakan dua warga negara Indonesia (WNI) karena terbukti bersalah dalam kasus dugaan terorisme. Keduanya bersama seorang warga negara Malaysia ditangkap aparat keamanan Malaysia ketika berencana bergabung dengan kelompok ISIS di Filipina, tahun lalu.

Ketiganya ditangkap polisi saat hendak bertemu di Masjid Jamek di Sandakan, Sabah.

WNI bernama Faisal dan Ali Misron itu divonis bersama seorang WN Malaysia, Welder Nor Azmi Zahyi, divonis hukuman 10 tahun penjara, dalam persidangan Rabu (28/3/2018) waktu setempat, seperti dilansir bernama.com.

Pengadilan juga menjatuhkan Ali Misron hukuman dua tahun penjara karena menyimpan sejumlah konten berbau ISIS di ponselnya.

Ali, Faisal, dan Nur Azmi, karena mencoba pergi ke atau melalui Malaysia untuk melakukan tindakan terorisme di negara luar Malaysia diancam tuntutan penjara selama-lamanya dituntut 30 tahun.

Dan pada pertengahan Februari lalu, keduanya mengaku bersalah di hadapan hakim. Selama proses persidangan berlangsung, kedua WNI tersebut didampingi pengacara Farazwin Haxdy yang ditunjuk oleh Konjen RI di Kinabalu.

Krisna Djaelani, selaku Konjen RI di Kinabalu, mengatakan bahwa dengan pengakuan bersalah ini, maka proses hukum sudah selesai, “Vonis yang dijatuhkan hakim kepada mereka ringan. Sebab untuk kasusterorisme di Malayia, terancam hukuman 30 tahun penjara,” kata dia kepada wartawan.

Editor: Hendrik JS

Previous articleMenteri PANRB Harap Politeknik STIS Lahirkan ASN Zaman Now
Next articleDejan Antonic Resmi Latih Borneo FC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here