Ini Bahaya jika Makan Ikan Sarden Kalengan Terkontaminasi Cacing

Video memperlihatkan cacing dalam ikan sarden kalengan ini beredar viral di masyarakat melalui berbagai media sosial. Atas laporan masyarakat dalam sepekan terakhir, BBPOM Pekanbaru kemudian melakukan inspeksi mendadak dan uji laboratorium. Youtube.com

Jakarta, PONTAS.ID – Masyarakat dihebohkan dengan tersebarnya video temuan cacing di produk ikan sarden kalengan dengan merek Farmer Jack Mackerel pada Jumat pekan lalu.

Video yang tersebar luas mulai tanggal 16 Maret 2018 lalu di Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, kemudian direspons oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Pekanbaru dengan melakukan inspeksi mendadak dan uji laboratorium.

Hasilnya, sedikitnya ada tiga merek ikan sarden kalengan yang positif mengandung cacing.
Dalam kasus penemuan cacing di Pekanbaru, Riau, Seksi Pemeriksaan BBPOM Pekanbaru Rita Ariestya mengatakan cacing yang ditemukan adalah jenis Gilig.

Gilig termasuk cacing parasit yang bisa berkembang biak di tubuh manusia. Lebih jauh, Rita menyebutkan ada sejumlah sampel yang telah dikirim ke Jakarta untuk ditindaklanjuti oleh BPOM.

Petugas BBPOM Pekanbaru juga sudah memeriksa langsung ke gudang distributor dan beberapa swalayan di Kota Selat panjang. Didampingi pegawai Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, setiap sarden merek Farmer Jack yang ditemukan langsung diambil.”Pokoknya segera ditarik dari pasar semuanya,” kata Rita.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir  juga mengimbau masyarakat lebih teliti memilih makanan kaleng menyusul temuan sarden mengandung cacing di sejumlah wilayah di Riau. Warga diminta berhenti mengkonsumsi ikan dan daging dalam kaleng bila makanan tersebut berubah rasa dari yang semestinya.

“Bila kalengnya sudah tidak utuh, terjadi perubahan pada aromanya, jangan dimakan. Butuh kejelian untuk teliti sebelum membeli,” kata Mimi, (22/3).

Menurut Mimi, mengkonsumsi makanan kaleng mengandung cacing, seperti tiga merek ikan kaleng makarel yang mengandung cacing, dapat menyebabkan diare. Mengkonsumsi sarden mengandung cacing sama halnya memakan daging busuk yang dapat menyebabkan mual dan muntah-muntah. “Tapi tidak sampai membahayakan,” ucapnya.

Menurut Mimi, temuan cacing di ikan sarden pertama kali terjadi di Tembilahan, kemudian dilaporkan masyarakat ke Puskesmas Kempas Jaya. Begitu pula di Kepulauan Meranti, masyarakat segera melaporkan temuan itu kepada petugas kesehatan terdekat. “Itu artinya masyarakat sudah jeli dan teliti, makanya temuan itu diadukan ke dinas kesehatan setempat,” ujarnya.

Makanan yang terkontaminasi dapat menyebabkan dampak seperti kram, mual, diare, muntah, kerusakan saraf, alergi, dan kelumpuhan. Tingkat keparahannya tergantung dari sumber dan seberapa banyak kontaminasi terjadi. Pada makanan yang terkontaminasi bakteri patogen, alergen atau racun bakteri akan terjadi dalam waktu yang relatif cepat. Sedangkan pada makanan yang terkontaminasi merkuri efeknya baru muncul bila makanan dikonsumsi secara teratur dan dampaknya cukup signifikan.

Editor:  Idul HM

Previous articleKemenkop UKM Siapkan Pedamping UMKM Melalui Bimtek
Next articleDPR Prihatin Data Pengguna FB AS Bocor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here