Presiden Akan Lantik Heru Winarko Jadi Kepala BNN

Jakarta, PONTAS.ID – Presiden Joko Widodo akan melantik Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN) yang baru pada Kamis (29/2/2018). Diketahui, Kepala BNN saat ini, yaitu Komjen (Pol) Budi Waseso memasuki masa pensiun.

“Betul, besok Presiden melantik Kepala BNN,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Rabu (28/2/2018).

Berdasarkan undangan yang disebarkan Kementerian Sekretariat Negara, Rabu malam, upacara pelantikan itu bakal dilaksanakan di Istana Negara Jakarta pukul 09.00 WIB. Mengenai sosok pengganti Buwas, sapaan populer Budi Waseso, Bey mengaku tak bersedia berkomentar.

“Untuk siapa yang dilantik, lihat besok saja,” ujar dia.

Berdasarkan informasi, Jokowi menunjuk Irjen (Pol) Heru Winarko sebagai Kepala BNN. Saat ini, Heru masih menjabat Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nama Heru otomatis menyingkirkan dua nama perwira tinggi Polri lainnya yang digadang-gadang menjadi pengganti Buwas, yakni Kepala Bareskrim Komjen (Pol) Ari Dono dan Deputi Pemberantasan BNN Irjen (Pol) Arman Depari.

Namun, saat dikonfirmasi, Heru Winarko tidak bersedia memberikan komentar.

Terpisah, Ketua KPK Agus Rahardjo mengungkapkan dukungannya terhadap penunjukan Deputi Penindakan KPK Irjen Heru Winarko sebagai kandidat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Agus juga berharap Heru benar-benar bisa menjadi menduduki jabatan itu.

“Saya berharap Pak Heru jadi (Kepala BNN). Saya sangat berharap Pak Heru jadi. Dan mudah-mudahan ada kabar yang baik tidak lama lagi. Mudah-mudahan, saya sangat berharap itu,” ungkap Agus kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (28/2/2018).

Dengan dipilihnya Heru, Agus mengharapkan standar etika norma yang berlaku di KPK bisa dibawa ke BNN. Misalnya saja, Agus menyebut soal komitmen.

“Di KPK juga dalam ‘gajinya lebih tinggi daripada temen-temen yang lain’, standar itu perlu dibawa ke sana. Dan kita nanti kalau Pak Heru di sana bisa berkolaborasi. Jadi banyak hal-hal yang bisa kita kerja samakan supaya BNN jauh lebih efektif,” tuturnya.

Terkait promosi anak buahnya ini, Agus mengaku sangat senang karena ini penghargaan terhadap prestasi Heru. Menurutnya, ini merupakan kejadian pertama seorang deputi di KPK mendapat promosi semacam itu.

“Iya mendukung. Dari bintang 2 ke bintang 3 masa nggak didukung? Ya kan. Jadi itu. Mungkin anda tak lama lagi akan mendengar kabar yang lebih baik dari itu,” kata Agus memberi isyarat.

Dia pun sempat menceritakan pendapatnya soal sosok Heru. Agus mengaku bekerja sama sudah selama 2 tahun ini.

“Pak Heru menurut pengalaman saya, selama saya bekerja dengan Heru selama 2 tahun sangat bagus. Jadi Pak Heru sangat bagus. Tidak banyak bicara ya, pendapatnya tapi sangat tajam dan sangat membantu penuntasan tugas-tugas pimpinan,” tuturnya.

Soal kemungkinan penunjukan Heru sebagai Kepala BNN pengganti Budi Waseso, KPK juga diakui Agus telah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. KPK juga disebutnya akan segera mempersiapkan pengganti Heru.

“Kami diskusi sudah lama. Bukan hanya kemarin. Kami diskusinya sudah lama, dan kalau nanti Pak Heru mendapat pengangkatan, KPK juga segera akan melakukan kompetisi terbuka untuk memilih deputi KPK,” kata Agus.

Profil Singkat Irjen Heru

Sekedar informasi, Irjen Heru Winarko bakal resmi dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru hari ini. Sebelumnya, ia menjabat sejumlah posisi di Polri hingga KPK.

Heru merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985. Rekam jejak kariernya di kepolisian diawali dengan menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Pusat. Heru kemudian bertugas di Mabes Polri dan beberapa kali menempati posisi.

Dia menjabat sebagai Wakil Direktur (Wadir) II Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Polri pada 2009 dan Wadir III tindak pidana korupsi pada 2010.

Dari Bareskrim, Heru kemudian ditunjuk untuk menjadi Asisten Deputi (Asdep) 4/ V Kamnas Kemenko Polhukam pada tahun 2010. Dua tahun kemudian, dia dipercaya menjabat sebagai Kapolda Lampung menggantikan Brigjen Pol Jodie Rooseto.

Tiga tahun berselang, Heru kembali ke Kemenko Polhukam. Dia ditunjuk sebagai staf khusus Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan. Dia merupakan staf ahli bidang ideologi dan konstitusi Menko Polhukam.

Pada September 2015, Heru dilantik sebagai Deputi Penindakan KPK hingga akhirnya ditunjuk Presiden Jokowi pada hari ini sebagai Kepala BNN.

Previous articleJabodetabek Diprediksi Diguyur Hujan dari Siang hingga Malam Hari
Next articleDPR Minta OJK Tingkatkan Industri Keuangan Non Bank Syariah