Gubernur Tangerang Menuding Bahwa Pemkot Tidak Tanggap

Gubernur Banten Wahidin, (Foto:Ist)

Banten, PONTAS.ID – Gubernur Banten Wahidin Halim menuding Pemerintah Kota Tangerang tidak tanggap atas masalah warga RT 02/01, Kampung Rawa Bokor, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten, sehingga terisolasi oleh pembangunan Tol JORR II ruas Cengkareng-Batuceper-Kunciran. Ia pun berjanji segera menghubungi pihak terkait untuk membayar ganti rugi kepada warga Kampung Rawa Bokor, Benda.

“Saya punya keberanian untuk membela rakyat saya. Saya meminta pihak terkait untuk membayar ganti kerugian atau melakukan pembebasan maupun mempertimbangkan secara kemanusiaan karena warga tidak bisa keluar dari rumah, bahkan dampak tol menyebabkan banjir. Masalah warga Rawa Bokor ini terjadi karena Pemkot Tangerang tidak tanggap terhadap keberlangsungan hidup masyarakatnya,” kata Wahidin Halim selaku Gubernur Banten, Tangerang, Kamis, (1/3/18).

Ketidaktanggapan pemerintah daerah membuat warga selama tiga tahun lebih hidup menderita. Pasalnya mereka tak punya akses karena dikepung perumahan dan proyek tol. Wilayah tempat tinggal mereka bahkan kerap terendam air kotor bila hujan turun lantaran tidak memiliki saluran.

Menurut Wahidin Halim yang selama dua periode menjabat Wali Kota Tangerang (2003-2013), seharusnya Pemkot Tangerang mengoordinasikan kepentingan masyarakat dengan pimpinan proyek sehingga tidak ada yang menjadi korban seperti sekarang ini.

Demi mengangkat penderitaan warga Rawa Bokor yang pernah dia bina, Wahidin Halim berjanji mendatangi Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempertanyakan masalah itu. Ia berharap setelah kedatangannya, lahan cepat dibebaskan agar penderitaan warga RT 02/RW 01 tidak berkepanjangan.

Ruas Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta tersebut saat ini tengah dibangun kontraktor PT Wijaya Karya. Proyek itu mendirikan tembok-tembok pembatas. Praktis akses jalan warga yang selama ini melintasi areal itu menjadi tertutup.

 

 

Previous articleRI Cukup Matang Hadapi Gejolak Krisis Finansial
Next articleDPR Ingatkan Pemerintah Soal Penggunaan Utang