Jakarta, PONTAS.ID – Wakapolri Komisaris Jenderal Syafruddin menyoroti seputar pengamanan tempat ibadah, tokoh agama dan para ulama terutama di tiga provinsi. Hal ini disampaikan Wakapolri saat rapat membahas pengamanan yang terkait dengan keagamaan.
Rapat dilakukan menggunakan video confrence dengan sejumlah Kapolda di Indonesia.
“Saya berikan tiga kesempatan kepada Kapolda Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta karena ini TKP (Tempat kejadian Perkara)-nya banyak di sana,” kata Syafruddin saat membuka rapat di Ruang rapat Utama, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/2/2018).
Selain membahas aksi kekerasan yang dialami pemuka agama, Syafruddin mengatakan polisi juga akan membahas operasi rutin dan operasi khusus pengamanan tempat ibadah.
Setiap Kapolda diminta untuk memberikan masukan, “Operasi pengamanan tempat ibadah, dan para tokoh agama terutama ulama dan para ustaz,” katanya.
Sebagaimana ramai dalam pemberitaan, kekerasan terhadap pemuka agama terjadi di tiga wilayah yakni Jawa Barat, Jawa Timur dan Yogyakarta dalam beberapa bulan terakhir.
Di Bandung, Jawa Barat Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persis HR Prawoto alias Ustaz Prawoto dianiaya pria yang diduga mengalami gangguan jiwa awal Februari silam.
Kemudian pada 17 Februari, Pastur Gereja St Lidwina, Sleman Yogyakarta, Karl Edmund Prier S.J diserang seorang pria menggunakan senjata tajam saat memimpin misa.
Kasus terbaru, Kiai Hakam Mubarok yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur dianiaya oleh seorang pria.
Editor: Hendrik JS




























