BBB Buktikan Ekonomi Indonesia Semakin Baik

Fitch Ratings

Jakarta, PONTAS.ID – Kenaikan peringkat yang diberikan badan pemeringkat Jepang terkiat utang Indonesia, dari BBB minus menjadi BBB membuktikan perekonomian Indonesia semakin baik. Presiden Jokowi berkomitmen untuk membangun infrastruktur di Indonesia.

“Belum pernah ada Presiden di Indonesia yang dalam setahun empat kali datang ke Papua hingga pelosoknya untuk memastikan pembangunan berjalan di sana,” kata Luhut Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Kemaritiman, dalam siaran persnya, Senin, (12/2/18).

Lembaga pemberi peringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) menaikkan Sovereign Credit Rating atau Peringkat Surat Utang Republik Indonesia dari BBB minus menjadi BBB artinya angka untuk interest uang sekarang lebih rendah.

Lembaga JCR mengatakan, sejak pemerintahan Joko Widodo pada 2014 lalu telah terjadi reformasi struktural di Indonesia yang demi menciptakan keberlanjutan pertumbuhan dan tidak bergantung pada sektor sumber daya alam.

JCR mencatat adanya perbaikan iklim investasi di Indonesia yang ditandai peningkatan investasi swasta dari dalam negeri maupun asing. Pembangunan infrastruktur juga sangat masif karena komitmen tinggi dari pemerintah.

“Sehingga waktu beliau diberi kartu kuning oleh mahasiswa, saya tidak mengerti, apa alasannya? Sewaktu saya jadi Menko Polhukam pun saya undang para Duta Besar, Jaksa Agung Australia untuk melihat langsung. Lihat langsung keadaan di Papua. Nah, jadi sebelum bertindak kalian harus tahu dulu, apa yang kalian bicarakan atau lihat secara langsung,” ujarnya.

Ia menegaskan, dana yang dimiliki pemerintah saat ini hanya cukup untuk membiayai kurang dari 30 persen pembangunan di Indonesia. Pemerintah saat ini mencari berbagai cara untuk dapat tetap melakukan pembangunan dengan menggunakan dana pemerintah seminimal mungkin.

“Kami sudah membuat pendanaan-pendanaan lain di luar APBN, misalnya blended finance yaitu dengan melibatkan penggunaan pembiayaan pembangunan dari sumber publik atau filantropi untuk mendukung pembangunan,” pangkasnya.

Skema pembiayaan tersebut, kata Luhut, sudah presentasikandi Davos pada acar World Economic Forum. “Mereka mengacungkan jempol karena indonesia dinilai kreatif dalam mencari sumber pendanaan,” tutupnya.

Previous articleKompor Listrik Dikampanyekan PLN
Next articleTawuran Antar Remaja Pecah di Kampung Rambutan