Jakarta, PONTAS.ID – Makanan lezat memang selalu menggoda rasa di lidah setiap manusiaq. Siapa yang tidak doyan dengan hewan unggas yang kalau sudah digoreng dan dicelupkan di sambal jenis apapun itu…hmm uenak!. Ini dia restoran bebek meramaikan Ibu Kota, Bebek Kuningan. Meski masih seumur jagung, restoran ini cukup percaya diri berlaga di industri kuliner. Keempukan tekstur daging bebek, dengan racikan sambal yang pedas, menjadi kunci kelezatannya.
Baik buat penikmat Bebabk untuk disantap waktu makan siang. Kendati fasilitas tersebut hanya dalam radius lima kilometer. Menurut Malik, pihak restoran sengaja mengandalkan bebek sebagai menu utama. Dengan alasan, sebagian besar orang Indonesia menyukai daging unggas ini.
“Kami juga sudah mulai menerima banyak layanan pesan-antar. Pilihannya kalau tidak ayam, ya bebek,” kata Malik Sugiyadi selaku supervisor Bebek Kuningan Pasar Festival, Jakarta, Jumat, (9/2/18).
Permintaan daging bebek pun tak pernah surut. Meski begitu, dibandingkan ayam, Malik mengakui mengolah daging bebek lebih repot. Daging bebek yang cenderung alot, belum lagi aromanya yang anyir, membutuhkan penanganan ekstra. Di sinilah letak keahlian memasak diperlukan, terutama dalam mengolah daging bebek.
Di Bebek Kuningan, daging bebek sengaja direbus selama sekurangnya tiga jam dengan aneka rempah. Proses ini memiliki dua fungsi; untuk mengempukkan daging sekaligus mengusir aroma anyir daging bebek.
Proses perebusan lebih disukai ketimbang presto, walau dapat menghemat waktu, tetapi daya tahan daging bebek tidak lama. Tulang bebek juga ikut menjadi lunak. Dan lagi, bumbu tidak meresap ke dalam daging secara sempurna.
Nah, di restoran berkapasitas 100 orang ini, disediakan dua pilihan olahan bebek, yakni bebek goreng kremes dan sambal ijo. Boleh pilih bagian dada atau paha. Sambalnya pun bisa disesuaikan, apakah ingin yang pedas atau lebih pedas, hanya ada dua pilihannya.
Bebek goreng sambal ijo, satu porsi dagingnya diselimuti dengan sambal ijo yang dihancurkan/ulek kasar. Tampaklah biji-biji cabai hijau yang menantang, beserta kulit cabai yang sudah hancur. Sambal ijonya memang pedas, tapi tidak bisa dibilang terlalu pedas juga. Masih masuklah untuk mereka yang tidak terlalu suka pedas, apalagi jika dimakan dengan nasi.
Nah, yang istimewa, daging bebeknya mudah dicabut dari tulang dan empuk. Minus aroma tak sedap karena biasanya daging bebek di restoran sekalipun masih menyisakan aroma amis daging. Bagi wanita, porsi daging paha bebek ini cukup banyak, apalagi jika dimakan dengan nasi. Namun, bagi pria, agaknya pas.
Di samping bebek, juga ada ayam goreng kremes dan sambal ijo, termasuk gurame dan lele goreng dengan olahan yang sama. Lele gorengnya juga cukup besar, sekitar 200 gram beratnya. Namun, sambal bebek lebih pedas.
Beda dengan sambel lele yang menggunakan tomat. Agar matang merata, lele dibelah-belah kecil bagian kanan dan kirinya. Disantap selagi hangat lebih enak karena rasa dagingnya masih garing.
Bebek Kuningan
Plaza Festival Kuningan
Lantai 2 No.60 Jl. HR Rasuna Said
Jakarta Selatan
Bebek Kremes Paha Rp. 29.800,-
Tumis Genjer Rp. 13.800,-
Nasi Uduk Rp. 7.500,-
Tahu Goreng isi 2 Rp. 5.000,-















