
Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintah berharap masyarakat dan gereja ikut terlibat secara aktif dalam pengembangan potensi wisata serta pertanian di sekitar kawasan Danau Toba. Sebab peran gereja penting untuk menjaga agar masyarakat Batak tidak tersingkir di tengah pengembangan Danau Toba.
“Jadi nanti menurut saya saat berkhutbah di gereja, ini pesan dari pusat, harus ada khotbah mengenai kebersihan, ketauladanan, teamwork, kebersamaan, keramahtamahan yang dikaitkan dengan ayat-ayat Alkitab yang sangat banyak sekali disana,” kata Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), melalui siaran pers yang diterima PONTAS.id, Minggu (4/2/2018).
Selain itu, dalam pertemuan awal tahun pemerintah, gereja dan komunitas di Jakarta, Sabtu (3/2/2018) tersebut, Luhut juga meminta agar gereja juga berperan dalam mengembangkan pertanian. “Di bidang pertanian, itukan herbal kita banyak, herbal itu kita kembangkan sekarang, gereja harus berperan, gereja harus turun berkhotbah ke sawah tidak hanya di dalam gereja saja,” kata dia.
Luhut pun bercerita tentang perkembangan ekonomi dunia yang dia ketahui ketika menghadiri World Economic Forum di Davos, Swiss pekan lalu. “Nah disitu disebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia itu sangat bagus sekali selama satu dekade belakangan ini,” kata Luhut.
Kucuran Dana 1,3 Triliun
Pada kesempatan itu, diapun sempat menyinggung pinjaman USD 300 juta yang diberikan oleh World Bank pada akhir tahun 2017. “Sekarang proses pencairannya, Bu Ani (Menteri Keuangan) cerita sama saya bahwa mungkin dalam satu-dua bulan ini sekitar USD 100 Juta atau Rp 1.3 triliun akan masuk di Sibisa Area,” tuturnya.
Sebagai informasi, saat ini program kerjasama “Western Indonesia Economic and Business Hub for Asean” khususnya di Sumatera Utara telah berjalan.
Program ini merupakan kebijakan yang mengedepankan pendekatan pembangunan daerah yang terintegrasi difokuskan pada pembangunan di luar Pulau Jawa.
“Oleh karena itu kita orang batak punya peran penting bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita disana supaya orang batak itu bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri,” tutupnya.
Selain Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Ompui Ephorus Pendeta Darwin Lumbantobing, Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung turut menghadiri dan menjadi pembicara utama dalam pertemuan tersebut.
Editor: Hendrik JS



























