PSMS Medan Tumbang dengan Sriwijaya FC

PSMS Medan Kalah Dari Sriwijaya FC 2-0, (Foto:Ist)

Bandung, PONTAS.ID – Perjuangan yang telah ditunjukan oleh Tim sebesar PSMS medan untuk melawan kekuatan Sriwijaya FC. Namun, Apa daya PSMS MMedan pun takluk di tangan tim sekotanya Sriwijaya FC yang berhasil membungkam PSMS Medan dengan skor 2-0 di pertandingan penutup Grup A Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, Jumat (26/1/2018). Kemenangan itu membuat Laskar Wong Kito untuk sementara berada di puncak klasemen dan paling berpeluang lolos ke 8 besar Piala Presiden 2018 meski harus menunggu hasil laga antara Persib Bandung dan PSM Makassar.

Baik PSMS dan Sriwijaya FC memainkan sepak bola menyerang dalam laga yang cukup menentukan nasib kedua tim untuk lolos ke delapan besar Piala Presiden 2018 ini. Permainan menyerang diperagakan oleh kedua tim sejak awal pertandingan.

Tim asuhan Rahmad Darmawan itu tidak mengendurkan serangan sejak awal babak kedua. Secara perlahan, Alberto Goncalves dan kawan-kawan berusaha membongkar rapatnya lini pertahanan PSMS.

Pada menit ke-52, Sriwijaya FC unggul berkat gol bunuh diri Samuel Sibatuara. Berawal dari sepak pojok Adam Alis, kiper Dhika Bayangkara gagal mengantisipasi tendangan tersebut, bola deras itu justru jatuh mengenai kaki Samuel yang sedang mengawal Mamadou N’Diaye.

Dengan kedudukan tertinggal, PSMS belum sepenuhnya aman untuk lolos ke babak berikutnya Piala Presiden 2018. Apalagi, jika pada pertandingan lainnya Persib Bandung menang dengan banyak gol atas PSM Makassar.

Meski dalam posisi tertinggal, PSMS tidak mengendurkan serangan. Permainan dari kaki ke kaki masih bisa diperagakan klub berjuluk Ayam Kinantan itu.

Berkat permainan taktis itu juga PSMS mendapatkan peluang terbaiknya pada menit ke-58. Pemain PSMS yang dilanggar di area permainan Sriwijaya FC menghasilkan tendangan bebas. Sadney Urikhob yang menjadi eksekutor langsung memberikan umoan kepada Frets Butuan, sayang sundulannya masih bisa ditangkap kiper Teja Paku Alam.

Ancaman PSMS itu pun dibalas Sriwijaya FC pada menit ke-62 melalui solo run Manuchekhr Dzhalilov. Hanya saja, setelah melewati tiga pemain PSMS, sontekan Dhalilov masih melebar tipis di sisi kiri gawang Dhika Bayangkara.

Guna meningkatkan serangan, PSMS memasukkan striker Wilfried Yesso untuk menggantikan Samuel pada menit ke-68, startegi itu cukup ampuh.

Menit ke-69, Wilfried Yesso mendapatkan peluang pertamanya setelah memenangi duel dengan bek Sriwijaya FC, tapi tendangannya hanya melenceng di kanan gawang Teja.

Lima menit berselang, Laskar Wong Kito kembali menambah keunggulan menjadi 2-0 melalui eksekusi penalti Makan Konate.

Penalti diberikan wasit setelah bek Reinaldo Lobo menjatuhkan Dzhalilov di kotak penalti. Sempat melakukan protes atas pelanggaran itu, Lobo pun diberikan kartu kuning.

Konate yang menjadi eksekutor tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, tendangannya ke sisi kiri mengecoh kiper Dhika Bayangkara yang bergerak ke kanan. Sriwijaya FC pun unggul 2-0 hingga water break.

Meski sudah unggul dua gol, Sriwijaya FC justru tidak bisa mengontrol permainan mereka. Beberapa kali pemain akselerasi Frets Butuan harus dihentikan dengan melakukan pelanggaran yang membuahkan kartu kuning untuk Sriwijaya FC.

Jelang berakhirnya pertandingan, PSMS sempat memiliki peluang yang bagus untuk memperkecil kedudukan. Hanya saja, tendangan melengkung Sadney dari luar kotak penalti bisa ditangkap kiper Teja. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan skor tidak berubah, Sriwijaya FC menang 2-0 atas PSMS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here