Ekonomi Indonesia Tertinggal dengan Filipina

Ilustrasi Ekonomi Global

Manila, PONTAS.ID – Pergerakan perekonomian Asia memang bisa dikatakan sangat menunjang para investor asing yang ingin menanam modalnya di kawasan Asia, seperti negara Asia tenggara Indonesia dan Filipina yang menjadi perhatian dunia. Ekonomi Filipina tumbuh 6,7 persen pada 2017 dan menjadikannya salah satu perekonomian terbaik di Asia, pemerintah Filipina mengumumkan hari Selasa (23/1/18).

Belanja pemerintah memastikan negara ini tetap menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia, hanya sedikit di belakang China dan Vietnam, ujar Sekretaris Perencanaan Perekonomian Filipina Ernesto Pernia kepada wartawan, dilansir dari AFP.

Namun, ia mengatakan pertumbuhan tahun lalu lebih lambat dibandingkan kenaikan produk domestik bruto (PDB) pada 2016 yang sebesar 6,9 persen ketika belanja konsumen meningkat selama pemilihan umum (pemilu). Pemilu tersebut menjadikan Rodrigo Duterte sebagai Presiden Filipina.

Namun, pencapaian 2017 merupakan “kinerja yang baik”, menurut Pernia, ketika China melaporkan pertumbuhan PDB sebesar 6,9 persen pada tahun 2017 minggu lalu dan Vietnam mencatatkan pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun sebesar 6,8 persen untuk periode yang sama.

Pertumbuhan ekonomi Filipina dalam tiga bulan terakhir tahun 2017 berada pada level 6,6 persen secara tahunan, lebih lambat dari 7 persen pada triwulan sebelumnya.

Pelemahan industri bisnis outsourcing senilai US$23 miliar (Rp 306,7 triliun) yang mempekerjakan 1,15 juta orang merupakan “faktor utama penurunan ini”, ujar Pernia.

Sektor yang mencakup bisnis call center dan kantor yang menjalankan fungsi outsourcing, seperti akuntansi, transkripsi medis dan hukum, perancangan perangkat lunak, animasi, dan juga arsitektur, ini merupakan pilar utama perekonomian Filipina.

Pemerintah mengatakan investasi turun 31,3 persen dari tahun ke tahun, dalam periode tiga bulan yang berakhir pada Juni lalu, akibat ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan membawa pekerjaan yang di-outsourcing ke luar negeri kembali ke AS.

Terdapat juga kekhawatiran di Filipina bahwa otomasi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) pada akhirnya dapat menggantikan fungsi call center.

Pertumbuhan kuartal keempat Filipina sedikit lebih rendah dari ekspektasi pasar, ujar Sanjay Mathur, kepala ekonom Asia Tenggara dan India untuk ANZ Research. Ia menambahkan neraca perdagangan negara itu dalam dua bulan terakhir tahun 2017 juga memburuk.

“Prospek pertumbuhan di Filipina tetap kuat,” ujar Mathur, sambil mengutip laporan reformasi pajak Duterte bulan lalu yang dirancang untuk mengumpulkan dana untuk belanja infrastruktur.

Belanja negara harus memperkuat permintaan domestik yang sudah kuat, Mathur menambahkan.

Pernia mengatakan bahwa pemerintah tetap yakin akan mencapai target pertumbuhan 7 persen-8 persen tahun ini, didukung oleh janji Duterte untuk meningkatkan pengeluaran untuk infrastruktur transportasi, energi, dan air.

Sementara, ekonomi Indonesia diproyeksikan tumbuh 5,05 persen. Berbicara dalam dialog perkembangan makro fiskal 2017 dan langkah kebijakan makro fiskal 2018, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2017 hanya tumbuh sekitar 5,17 persen. Adanya pertumbuhan yang jauh ini dikarenakan pemulihan ekonomi global yang mendorong ekspor negara-negara tersebut ke Indonesia dan juga sebaliknya. Oleh karenanya meski sama-sama didorong ekspor negara tersebut lebih banyak. Namun, dia menilai jika ekspor RI tetap terjaga tinggi maka bisa semakin meningkatkan perekonomian nasional. “Sehingga secara keseluruhan hanya 5,05 persen tahun ini,” ujar Sri Mulyani.

Previous articleLebak Kembali Diguncang Gempa Pagi Ini
Next articleWiranto Sebut OSO Ketua Umum Hanura

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here