Terganjal Anggaran, Kepemimpinan Donald Trump Bubar

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (tengah)

Jakarta, PONTAS.ID – Pemerintahan Amerika Serikat terancam tidak dapat melayani warga nya lagi. Padahal, saat ini Donald Trump tengah mempersiapkan perayaan setahun dirinya menjabat.

Penyebabnya, pemerintah AS dengan Kongres tidak ada kata sepakat terkait anggaran pemerintah AS untuk tahun 2018. Dengan ketiadaan anggaran tersebut, layanan pemerintah terpaksa ditutup (shutdown).

Jika hal ini terjadi, selain sektor pelayanan kesehatan, militer, serta penegakan hukum, maka seluruh layanan lainnya bagi warga terpaksa ditutup. Pegawai sipil pemerintah bakal dirumahkan tanpa menerika gaji (furlough). Dan bagi yang tidak terkena furlough, seperti personel militer atau sipir penjara, gajinya akan terlambat.

Dilansir dari New York Times, Sabtu (20/1/2018), permasalahan ini karena Demokrat dan Republik masih berselisih paham mengenai satu produk legislasi, “Penangguhan Tindakan bagi Imigran Anak-anak (DACA)”.
DACA adalah program perlindungan bagi imigran anak-anak, atau kerap disebut Dreamer, yang datang ke AS.

Program tersebut diciptakan di era Presiden Barack Obama pada 2012 untuk melindungi sekitar 700.000 Dreamer di sana.
Namun, pada September, Trump memutuskan untuk menghentikan program tersebut, dan mengumumkan DACA bakal berakhir Maret 2018.

Senat dari kubu Demokrat menyatakan siap meloloskan anggaran yang diajukan pemerintah jika DACA dilanjutkan. Namun, rencana tersebut ditentang oleh Trump. “Demokrat menginginkan imigran ilegal dan memperlemah perbatasan,” kata Trump.

Republik sebagai partai penguasa mencoba melakukan lobi kepada Demokrat dengan menawarkan perpanjangan Program Asuransi Kesehatan Anak-anak (CHIP) selama enam tahun ke depan, namun ditolak Demokrat, “Mereka sudah lumpuh dan tidak kompeten. Tidak ada yang perlu dinegosiasikan,” ujar Senator Demokrat asal New York, Chuck Schumer, .

Trump kemudian langsung mengundang Schumer empat mata ke Gedung Putih untuk mencari jalan keluar. Dalam pertemuan tersebut, Trump berharap masa pembahasan anggaran pemerintahan bisa diperpanjang sebulan ke depan.

Ini merupakan masa perpanjangan kedua setelah yang pertama terjadi pada 21 Desember 2017. “Pertemuan awal yang bagus dengan Senator Schumer. Perpanjangan empat pekan merupakan jalan terbaik,” kata Trump melalui akun Twitter nya.

Editor: Hendrik JS

Previous articleTNI Salurkan Vaksin Campak ke Asmat
Next articleEmre Can Tegaskan Komit untuk Liverpool

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here