Trauma Healing Kemangi untuk Anak Korban Bencana Nganjuk

Tim kemangi bersama anak-anak korban bencana alam di nganjuk, Jatim Rabu (17/2/20121)

Nganjuk, PONTAS.ID – Kemangi (keluarga mahasiswa Nganjuk seluruh Indonesia) memberikan trauma healing kepada anak-anak korban bencana alam (Banjir dan Tanah longsor) di salah satu tempat pengungsian korban tanah longsor tepatnya di SDN 3 Ngetos Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.

Di lokasi ini anak-anak mendapat hiburan seperti bermain, bernyanyi dan mendengarkan cerita lucu yang mengundang canda tawa anak-anak. Trauma healing ini sengaja dilakukan untuk mengembalikan psikologi bagi anak-anak pasca bencana.

Ria (27) salah satu anggota Kemangi mengatakan bencana alam ini bisa memicu trauma bagi anak-anak. Dan bisa berpengaruh pada psikologis korban.

“Kegiatan trauma healing ini sebagai rasa empati dari Kemangi. Bentuk kegiatan ini berlanjutan. Dan bencana seperti ini sangat berpengaruh kepada tingkat psikologi korban,” kata Ria kepada PONTAS.ID, Rabu (17/2/2021).

Ia menyebut anak-anak biasanya mengalami tekanan, Apalagi mereka harus mengungsi.

“Biasanya korban mengalami tekanan psikis. Makanya kita laksanakan kegiatan motivasi dan membangkitkan semangat korban,” sebutnya.

Ia menambahkan saat ini kemangi membawa sekitar 15 anggotanya, Dan hal ini akan diadakan berkelanjutan dan mendatangi posko-posko yang ada.

“Kami akan terus bergerak setiap hari dari tempat satu ke tempat lainnya. Harapan kami, Agar adik-adik kita dapat segera melupakan kejadian kemarin dan kembali di kehidupan normalnya,” pungkasnya.

Hal tersebut juga dirasakan oleh salah satu anak yang ikut dalam kegiatan ini. Sebut saja Faisya (8) warga Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.

Ketika ditanya dengan kegiatan ini, Ia merasa senang dan berharap besok ada lagi.

“Senang bisa bermain dengan kakak-kakak dari Kemangi, banyak hadiahnya. Besok lagikan kak?,” Ujarnya dengan malu-malu.

Untuk diketahui, Bencana alam tanah longsor melanda wilayah Selopuro, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur (Jatim).

Bencana tanah longsor ini terjadi Minggu, 14 Februari 2021, sekitar pukul 18.00 WIB, setelah diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi mulai pukul 14.30 WIB. Akibat tanah longsor yang terjadi pada sebanyak 23 warga diduga hilang.

Selain tanah longsor, banjir juga melanda sejumlah daerah di Kabupaten Nganjuk dengan ketinggian hingga satu meter.

Beberapa daerah yang terendam banjir yakni Kelurahan Ploso, Jatirejo, Payaman di Kecamatan Nganjuk, lalu Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret.

Dan sampai berita ini diturunkan BPBD Kabupaten Nganjuk dibantu TNI/ Polri, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jatim serta relawan masih terus mencari korban hilang.

 

Penulis : Satrio CK / Dhanny.
Editor : Agus Dwi Cahyono.

Previous articlePLTS Opsi Terbaik Kejar Bauran Energi dan Rasio Elektrifikasi
Next articleKunjungi Politeknik KP SIdoarjo, DPR RI Apresiasi Hasil Inovasi