
Trenggalek, PONTAS.ID – Portal yang terpasang di jalur Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Ngampon-Bendo kembali ambruk. Parahnya lagi, sumber anggaran pemasangan portal yang banyak mendapat kritik itu hingga saat ini tidak jelas.
Menurut warga, portal yang didirikan di sebelah Utara jembatan Plengkung, Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek ambruk diduga karena kendaraan yang melintas.
“Ya saya tidak tahu persis kejadiannya seperti apa. Tapi ya seperti biasanya setelah portal ditabrak, kendaraan yang nabrak itu bablas, tidak mau berhenti ” kata salah seorang warga setempat yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian, bernama Wasito, Rabu (19/1/2021).
Ambruknya portal ini ternyata merupakan yang ketiga kalinya sejak didirikan, “Sudah roboh tiga kali,” katanya.
Menanggapi hal ini, kepala Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek Ramelan, mengatakan portal yang ambruk itu terbuat dari material besi dengan ketinggian 3 meter dilengkapi tulisan peringatan batas kendaraan yang diperbolehkan lewat.
“Kita akan koordinasi dengan Forum Lalu Lintas untuk menentukan apakah kita pasang dengan pembatas ketinggian atau tidak,” kata Ramelan kepada PONTAS.id, melalui aplikasi perpesanan WhatsApp.
Namun saat ditanya terkait sumber anggaran pembangunan portal, hingga berita ini dipublikasikan, Ramelan belum memberikan jawaban.

Munculkan Polemik
Sebelumnya, kisruh pelaksanaan proyek pemeliharaan jalan Ngampon-Bendo mendapat sorotan dari Ketua Gapeksindo Trenggalek, Ganif Tanto Adi.
Ganif menyoroti pemasangan portal besi setinggi 3 meter yang dibuat secara mendadak berdalih kekuatan jembatan Plengkung Bendorejo yang berada di lintasan jalan Ngampon-Bendo.
“Setelah ada pengaspalan kok ditutup? Ada apa dengan proyek jalan Ngampon-Bendo? Orang akan mengira bahwa itu hanya untuk menyelamatkan proyek perbaikan jalan itu,” kata Ganif, kepada PONTAS.id, Rabu (13/1/2021) pekan lalu.
Ganif berharap, portal itu dicopot selama dua atau tiga bulan untuk menguji mutu jalan Ngampon-Bendo yang proyek pemeliharaannya baru selesai dikerjakan.
“Jika nanti aspal itu mampu dilewati bus, tronton dan trailer berarti tidak masalah. Sehingga tidak lagi menimbulkan polemik di masyarakat Trenggalek yang selama ini menyoroti perbaikan jalan itu,” katanya
Terkait pemasangan portal untung mengantisipasi kekuatan jembatan Plengkung Bendorejo, langsung dimentahkan Ganif. “Sebelum proyek pengaspalan jalan itu sudah dilewati bus, tronton dan trailer. Dan jembatan itu kuat sampai sekarang!” tegasnya.
Penulis: Saelan
Editor: Pahala Simanjuntak



























