Siklus Reaksi Rangsangan Terjadi 4 Fase

Ilustrasi Rangsangan Seksual

Jakarta, PONTAS.ID – Sebuah laporan yang ditulis oleh Dr. Alfred Kinsey, seorang peneliti di Indiana University dan pendiri Kinsey Institute for Research in Sex, menemukan bahwa pria mencapai puncak seksual mereka (terus-menerus mengalami orgasme) pada usia 18 tahun.

Sedangkan wanita terjadi pada usia 30, di sisi lain, sebuah studi oleh University of Texas, yang dilakukan oleh David Buss, memastikan bahwa wanita dapat mencapai puncak seksual berusia antara 30 dan 40 tahun karena evolusi menginduksinya. Selanjutnya, dalam penelitian ini, wanita berusia antara 27 dan 45 melaporkan memiliki fantasi seksual dalam jumlah yang lebih banyak, merasa lebih bersedia untuk bereksperimen dengan hal-hal baru dalam seks dan pada umumnya memiliki peningkatan keinginan.

Sedangkan siklus reaksi seksual yang terjadi pada pria sama dengan wanita, terdiri dari 4 fase: fase rangsangan, fase datar, fase orgasme, dan fase resolusi. Pada fase rangsangan wanita mengalami ereksi klitoris dan perlendiran vagina. Tetapi karena ukuran klitoris relatif kecil walaupun dalam keadaan ereksi, maka perubahan ini tetap sulit dilihat. Tetapi perlendiran vagina dengan mudah dapat diketahui, karena dindingnya menjadi basah oleh lendir yang keluar. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa wanita telah mengalami reaksi awal terhadap rangsangan seksual yang diterima.

Ketika mencapai orgasme, sebagian wanita menunjukkan reaksi fisik yang sangat nyata, yaitu berupa kontraksi otot vagina dan sekitarnya, bahkan seluruh tubuh. Pada saat itu otot seluruh tubuh menjadi kejang. Pada sebagian wanita peristiwa orgasme berlangsung sangat dramatik, antara lain disertai teriakan yang kuat, cengkeraman tangan yang kuat, nafas tersengal-sengal dan lain-lain. Pada sebagian wanita yang lain, orgasme berlangsung lebih tenang. Tetapi perubahan yang terjadi tetap dapat dilihat dan dirasakan oleh pria.

Sebagian wanita dapat mencapai orgasme beberapa kali kalau tetap menerima rangsangan yang efektif. Ini berbeda dengan pria, yang hanya mampu mengalami satu kali orgasme dan ejakulasi. Kecuali dengan sengaja melatih agar mampu mengendalikan ejakulasi, sementara orgasme tetap dapat dirasakan. Tetapi wanita yang mencapai orgasme belum tentu merasakan kepuasan seksual.

Orgasme tanpa kepuasan seksual terjadi kalau wanita hanya menerima rangsangan seksual tanpa keterlibatan emosi. Keadaan seperti ini misalnya dialami oleh isteri yang menyimpan kejengkelan karena suami menjalin hubungan dengan wanita lain. Dia tetap dapat mencapai orgasme tapi tanpa kepuasan seksual. Dengan memperhatikan reaksi yang terjadi, sesungguhnya pria dapat mengetahui dengan pasti apakah pasangannya dapat mencapai orgasme atau tidak. Yang pasti, wanita juga makhluk seksual, sama seperti pria. Maka jangan merasa aneh kalau wanita juga menuntut dan memberontak, kalau merasakan kehidupan seksualnya tidak menyenangkan.

Previous articleIngin Tahu Trik Terlihat Badan Langsing?
Next articleKementerian PANRB Ganjar Pemkab Klungkung “Predikat B”