ESDM Klaim Kemajuan Program 35.000 MW Positif

Menteri ESDM Iganasius Jonan dan Dirut PLN, Sofyan Basyir (kanan)

Jakarta, PONTAS.ID – Program Listirik 35.000 MW hingga pertengahan Januari 2018, tercatat telah mulai beroperasi sebesar 1.358 megawatt (MW). Dimana 466 MW dibangun oleh PLN dan sisanya, sebesar 892 MW dibangun oleh pengembang listrik swasta (Independent Power Producer /IPP).

“Pembangkit 35.000 MW yang telah beroperasi tersebar di wilayah Sulawesi dengan total 538 MW, disusul Sumatera 455 MW, Maluku dan Papua 135 MW, Kalimantan 126 MW, sedangkan sisanya tersebar di wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sebesar 104 MW,” ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, seperti dilansir laman esdm.go.id, Selasa (30/1/2018).

Saat ini kata Agung, sebanyak 17.096 MW sudah memasuki tahap konstruksi, dimana sebesar 5.657 MW oleh PLN dan 11.439 yang berasal dari pengembang swasta.

“Dari Proyek 35.000 MW, 17.096 MW atau sekitar 48 persen sudah masuk tahap konstruksi. Sementara 12.724 MW lainnya sudah kontrak namun belum kontruksi. Jadi yang belum melakukan kontrak atau Power Purchase Agreement (PPA) hanya 4.682 MW. Ini trennya jelas, positif. Sekitar 20.000 MW diantaranya ditargetkan beroperasi pada tahun 2019,” terang Agung.

Di samping Proyek 35.000 MW terdapat juga pembangunan pembangkit yang berasal Fast Track Program (FTP) tahap 1 dan 2 serta Program Reguler yang berjumlah sekitar 7.800 MW, “Ketiga program tersebut, sebesar 6.395 MW di antaranya telah beroperasi,” kata Agung.

Sebagaimana diketahui, program 35.000 MW sangat berkontribusi terhadap rasio elektrifikasi. hingga akhir tahun 2017, raihan rasio elektrifikasi Nasional mencapai 95,35 persen. Angka ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan, yaitu 92,75 persen.

Editor: Hendrik JS

Previous articleSiang Ini, Sandiaga Diperiksa Terkait Dugaan Penggelapan Tanah
Next articleJokowi Jadi Imam Salat untuk Presiden Afghanistan