Bos ExxonMobil Indonesia Didapuk Jadi Presiden IPA

Presiden ExxonMobil Cepu Limited, Louise McKenzie, didapuk menjadi Presiden IPA pada periode 2020.

Jakarta, PONTAS.ID – Indonesian Petroleum Association (IPA) menggelar rapat umum tahunan ke-48 sambil membicarakan rencana strategis yang dikerjakan pada tahun 2020 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, IPA menyampaikan adanya perubahan pada dewan pengawas dan dewan direksi yang akan bertugas pada 2020.

Adapun saat ini, dewan pengawas dipimpin oleh Kuntoro Mangkusubroto, sementara Presiden ExxonMobil Cepu Limited, Louise McKenzie, didapuk menjadi Presiden IPA pada periode 2020.

Dalam sambutannya, Louis mengatakan dirinya siap untuk melanjutkan kerja sama strategis dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan Indonesia bisa menarik lebih banyak investasi demi meningkatkan kinerja ekplorasi hulu migas.

“Merupakan suatu kehormatan untuk dipilih sebagai Presiden IPA 2020. IPA akan terus melanjutkan kerjasama strategis dengan pemerintah dan pemangku kepentingan Iainnya untuk memastikan bahwa Indonesia bisa menarik lebih banyak investasi, meningkatkan kinerja eksplorasi, meningkatkan produksi, dan memperkuat daya saing hulu migas Indonesia dengan tetap berusaha meningkatkan kualitas masyarakat di wilayah operasi,” tutur Louise, dalam konferensi pers Annual General Meeting IPA ke-48, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Louise kemudian mengatakan, IPA mengapresiasi kebijakan pemerintah yang memberikan akses dan keinginan bekerja bersama dengan pihak industri.

“Upaya menjaga kerja sama yang baik ini merupakan hal penting jika kita ingin mengembangkan industri dengan standar kelas dunia,” tambah Louise.

Lebih lanjut, Louise menuturkan, potensi cadangan migas Indonesia masih cukup signifikan. Menurutnya, sejumlah kajian menunjukkan masih banyak cekungan di Indonesia yang belum dieksplorasi.

“Jika kita bisa bekerja sama untuk memastikan pengelolaan risiko secara tepat, adanya kesucian terhadap kontrak, dan stabilitas kontrak, maka kita bisa membangun sumber daya energi demi masa depan Indonesia,” tuntasnya.

Asal tahu saja, anggota IPA merupakan perusahaan-perusahan minyak dan gas bumi yang memiliki produksi secara mayoritas di Indonesia. Investasi yang dilakukan pada sektor ini juga menciptakan efek berganda yang signifikan, melalui industri penunjang seperti lapangan-lapangan pekerjaan, pemasukan berupa pajak dan bukan pajak, pengembangan masyarakat, serta pertumbuhan industri-industri lokal lainnya.

Selain Louise, rapat umum tahunan ini juga menyepakati beberapa perubahan dewan pengawas dan dewan direksi yang akan bertugas pada 2020.

Saat ini, Dewan Pengawas dipimpin oleh Kuntoro Mangkusubroto, yang merupakan mantan Menteri Pertambangan dan Energi pada periode 1998 hingga 1999; dan pemah menjabat sebagai Kepala UKP4 (Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan) periode 2009 hingga 2014.

Louise nantinya akan dibantu oleh Bijan Agarwal, dari ConocoPhillips (Grissik) Ltd, dan Ronald Gunawan dari Medco E&P Indonesia sebagai wakil presiden IPA. Kemudian, Gary Selvie dari Premier Oil Indonesia sebagai sekretaris, dan Kevin Moore dari Husky Anugerah Ltd sebagai bendahara.

Kemudian, Nader Zaki dari BP Indonesia, Kevin Lyon dari Chevron Indonesia, Diego Portoghese dari Eni Indonesia, Nico Muhyiddin dari Inpex Masela Ltd, Nanang Abdul Manaf dari Pertamina EP, Moh Nazlee Rasol dari Petronas Carigali, Nofriadi dari Saka Indonesia Pangkah Ltd dan Greg Holman Dari Talisman Energy Inc/Repsol sebagai direktur.

Penulis: Ririe

Editor: Riana

Previous articleDorong Hilirisasi Pertambangan, BLU tekMIRA Gelar Business Gathering
Next articlePilkada Langsung Menghasilkan Kepala Daerah Mendunia