Dianggap Sampah, Kini Biji Kapuk jadi Andalan Ekspor

Biji Kapuk setelah diolah jadi serbuk sebelum di Ekspor.

Jakarta, PONTAS.ID – Biji Kapuk yang selama ini dianggap tak bermamfaat kini jadi salah satu andalan ekspor indonesia. Masa panen kapuk randu banyak biji yang berserakan di tanah, limbah yang dianggap tidak berguna, namun saat ini biji kapuk menjadi bernilai ekonomis di negara Korea, bahkan nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Di negara korea, biji kapuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak, setelah melalui proses biji kapuk menjadi minyak, bungkil hasil pengepresan dipadu padankan dengan bahan lainnya, karena pada dasarnya bungkil biji kapuk tidak berasa dan berbau, jd perlu dikombinasikan bahan lain untuk merangsang rasa pada pakan ternak,” ujar Kepala seksi karantina tumbuhan semarang, Cisilia Triwidiyanti, dalam keterangan resminya, selasa (30/7/2019).

Ia megatakan, Petugas Karantina Pertanian Semarang telah mensertifikasi bungkil biji kapuk sebanyak 100.000 kilogram senilai Rp 343 juta rupiah tujuan Korea.

“Sertifikasi ini penting agar ekspor dapat diterima ke negara tujuan. selain itu petugas juga melakukan pemeriksaan agar komoditas yang dilalulintaskan terbebas dari penyakit tumbuhan berbahaya,” ujar Cisilia.

Ia mengatakan, tembusnya ekspor bahan pakan asal tumbuhan ke korea tersebut membuktikan bahwa kualitas produksi bahan pakan asal tumbuhan Indonesia mempunyai daya saing tinggi terhadap perdagangan internasional.

“Diharapkan realisasi ekspor ini mampu menambah semangat dan motivasi pelaku usaha untuk terus bekerja dalam rangka mendorong peningkatan dan percepatan ekspor produk Indonesia ke pasar mancanegara,” ungkapnya.

Penulis: Hartono

Editor: Idul HM

Previous articleKapolres Tebingtinggi Pimpin Sertijab Kasat Lantas
Next articleBahas Terorisme, Kejaksaan Agung Gandeng 11 Negara

1 COMMENT