KUR Bantu Pengembangan Usaha Pariwisata Maluku Tenggara

Jakarta, PONTAS.ID – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dianggap sebagai bentuk perhatian pemerintah bagi upaya pengembangan usaha pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Plt. Sekda Kabupaten Maluku Tenggara, M. Teslatu mengatakan bahwa potensi pariwisata yang di miliki Maluku Tenggara memungkinkan masyarakat setempat untuk bisa membangun usaha pariwisata, serta mengembangkan usahanya melalui pinjaman modal yang diberikan melalui program itu.

“Pariwisata merupakan program unggulan Pemda Kabupaten Maluku Tenggara. Maka, pengembangan pariwisata di sini menjadi prioritas utama Pemda,” kata Teslatu dalam siaran pers Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat (4/5/2019).

Dia menambahkan, usaha pariwisata yang bisa dilakukan oleh masyarakat di Maluku Tenggara sangat beragam. Mulai dari transportasi, penginapan baik dalam bentuk hotel maupun homestay, kuliner, oleh-oleh, maupun pengadaan paket-paket perjalanan.

“Para pelaku usaha dan industri pariwisata merupakan elemen penting dalam pembangunan pariwisata. Keduanya saling melengkapi,” ujar Teslatu.

Dengan demikian, lanjutnya, pelaku usaha bisa memanfaatkan pinjaman bunga rendah yang melalui perbankan penyelenggara KUR. Saat ini, jumlah pelaku usaha di Kabupaten Maluku Tenggara yang meminjam modal ke perbankan masih sangat sedikit. Diharapkan, jumlahnya terus bertambah sehingga usaha pariwisata di Maluku Tenggara juga berkembang.

Sementara itu, Kabid Investasi Destinasi Pariwisata Kemenpar, Mugiyanto menyatakan bahwa pengembangan pariwisata hendaknya dilakukan dengan melibatkan lima unsur penting, yakni pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

Selain itu, keberhasilan pariwisata juga ditentukan oleh 3 pilar utama yaitu wisatawan, ketersediaan destinasi dan sumber daya manusia, masyarakat, dan industri pariwisata (SMI).

Untuk dapat melaksanakan promosi, penyediaan 3A, maupun sertifikasi tersebut, diperlukan investasi dan pembiayaan baik investasi pemerintah maupun swasta, pembiayaan oleh IKB maupun IKNB.

Pemberian pinjaman bunga rendah dalam bentuk KUR ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dan perbankan dalam pengembangan industri kecil pariwisata.

“Tahun 2019 ditetapkan target devisa 17,6 miliar dolar AS serta ada 13 juta lapangan pekerjaan bidang pariwisata,” tutur Mugi.

Lebih lanjut dia menambahkan, untuk memajukan pariwisata daerah, Pemda perlu melakukan elaborasi keunggulan daerah dipadukan dengan kebutuhan wisatawan.

Misalnya, daerah Danau Toba yang kini banyak didatangi wisatawan, kita bisa memasukan unsur pariwisata halal di dalamnya. Artinya, makanannya diperhatikan, ada petunjuk arah kiblat salat bagi wisatawan muslim, dan lain- lain.

Hal yang sama bisa dilihat di Jepang, baju khas Jepang yakni kimono mulai diproduksi menjadi kimono yang dilengkapi penutup kepala mirip hijab.

Penulis: Risman Septian
Editor: Stevanny

Previous articleCek Harga Sembako di Labuhanbatu, Plt. Bupati Sidak Pasar Gelugur
Next articlePemindahan Ibu Kota, Sofyan Djalil: Lokasi Sudah Siap 300 Ribu Ha