Enam Ribu Hektar Lahan Pertanian Rusak di Sulteng

Jakarta,PONTAS.ID – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan sebanyak 6.000 hektare lahan pertanian dan perkebunan di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah rusak akibat diterjang gempa dan Tsunami. Mayoritas kerusakan lahan terjadi pada areal persawahan.

“Kami akan bantu rehabilitasi,” kata Amran saat ditemui di Balai Besar Pasca Panen, Kementerian Pertanian, di Bogor, Jawa Barat, Senin, 15 Oktober 2018. Lama proses rehabilitasi bisa berlangsung berbeda-beda, pada lahan semusim dengan rentang waktu tiga bulan maupun lahan tahunan.

Selain proses rehabilitasi, Amran menjanjikan bahwa kementeriannya akan memberikan bibit dan pupuk secara cuma-cuma kepada pemilik lahan terdampak. “Kami sudah buat perencanaan, bibit seperti padi, kopi, lada gratis,” ujarnya.

Gempa menerjang Kota Palu dan sekitarnya pada Jumat, 28 September 2018. Sampai saat ini, jumlah korban jiwa tercatat mencapai 2.000 jiwa dan 16 ribu lebih masyarakat setempat mengungsi. Selain lahan pertanian, kerusakan juga tercatat terjadi pada lahan tambak garam sehingga Kementerian Kelautan dan Perikanan terjun merehabilitasi lahan-lahan ini.

Data kerusakan ini lebih rendah dari yang semula disampaikan Amran beberapa hari pasca gempa di Palu. Saat itu, Amran menyenut total kerusakan lahan pertanian mencapai 9.718 hektare. Rinciannya yaitu lahan di Donggala sebanyak 1.653 hektare dengan potensi kerugian Rp 14,4 miliar. Lalu Sigi sebanyak 7.909 hektare lahan dengan potensi kerugian Rp 22 miliar. Terakhir, 156 hektare lahan di Palu dengan potensi kerugian Rp 180 juta.

Editor: Idul HM

Previous articlePemerintah Diminta Hentikan Izin Pembukaan Lahan Gambut
Next articleDPR Minta Lapangan Tembak Dipindahkan dari Keramaian