Jakarta, PONTAS.ID – Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dewasa berjenis kelamin betina ditemukan dalam keadaan mati tergantung tali jerat nilon di pinggir jurang perbatasan Desa Muara Lembu dan Desa Pangkalan Indarung, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, Rabu (26/9).
“Harimau lepas dengan membawa jerat sehingga diperkirakan saat jerat tersangkut di bibir tebing dan satwa tersebut terbelit hingga tergantung tidak dapat menyelamatkan dirinya,” jelas Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Dian Indriarti, di Pekanbaru, Rabu.
Dian menjelaskan, pada mulanya BBKSDA Riau menerima laporan dari masyarakat tentang adanya harimau sumatra yang terjerat di perbatasan Desa Muara Lembu dan Pangkalan Indarung. Tim penyelamat lantas dikerahkan menuju ke lokasi.
“Saat itu tim rescue segera bergerak ke lokasi. Jarak lokasi sekitar 2 jam dari Resort Petai menggunakan roda dua. Tim menyisir lokasi sampai pada titik jerat,” ujar Dian.
Ketika tiba di lokasi, lanjut Dian, satwa langka harimau sumatra tidak ditemukan lagi di tempat kejadian jerat (TKP) jerat. Namun di TKP tersebut ditemukan 2 jerat yang terbuat dari tali nilon. Tim lalu menelusuri sekitar lokasi ditemukan adanya tanda-tanda satwa yang dilindungi berhasil meloloskan diri. Tim juga tidak menemukan jejak aktivitas manusia di sekitar TKP.
“Karena hari telah gelap, tim memutuskan kembali melakukan penyisiran keesokan harinya,” ujar Dian.
Ia melanjutkan, pada Rabu pagi, tim kembali melakukan penyisiran. Tepat pukul 12.30 WIB, tim menemukan bangkai harimau sumatra menggantung di pinggir jurang dengan tali jerat membelit pinggangnya. Diperkirakan harimau tersebut berhasil meloloskan diri dari jerat tetapi tali jerat tersangkut di semak dan membelit pinggangnya sehingga menggantung di tepi jurang dan membuatnya mati.
“Segera tim membebaskan harimau betina dewasa tersebut dan membawa bangkainya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di klinik transit Balai Besar KSDA Riau,” jelas Dian.
Sementara Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan kematian satwa yang dilindungi tersebut. Apalagi satwa betina dewasa yang siap untuk melahirkan anak-anak harimau selanjutnya.
“Saat ini bangkai Harimau Sumatera itu dalam perjalanan dibawa ke Kantor BBKSDA Riau di Pekanbaru,” ungkapnya.
Editor: Idul HM






















