Genjot Pariwisata Mandeh, Pemerintah Gelontorkan 127,8 Miliar

Penandatanganan kontrak akses jalan KSPN Mandeh, disaksikan pejabat Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto, Rahman Arief, Iwan Zarkasi dan Sugiyartanto, Kamis (21/6/2018)

Jakarta, PONTAS.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melanjutkan pembangunan jalan akses ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Mandeh yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Jalan sepanjang 41,18 km ditargetkan rampung pada akhir tahun 2018. Tahun lalu telah diselesaikan pengaspalan jalan sepanjang 16 km dengan lebar 6 meter.

“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang pengembangan kawasan wisata Mandeh yang dikenal dengan pulau-pulaunya yang eksotis dan wisata baharinya,” jelas Menteri Basuki, melalui keterangan resminya kepada PONTAS.id, Jumat (22/6/2018).

Untuk itu, pada Kamis (21/6/2018) pihaknya kata Basuki telah melakukan penandatanganan dua kontrak. Yang pertama kontrak pembangunan jalan akses wisata Mandeh Lanjutan sepanjang 12,05 Km senilai Rp59,9 miliar.

Kemudian kontrak penggantian, rehabilitasi dan pemeiliharaan berkala jembatan ruas jalan akses wisata Mandeh untuk 12 jembatan dengan total panjang 245 meter senilai Rp 12,7 miliar.

Sebelumnya, pada awal Mei lalu, Kementerian PUPR juga telah menandatangani kontrak pekerjaan jalan akses wisata Mandeh sepanjang 13,03 senilai Rp55,18 miliar

Saat penandatangan kuedua kontrak tersebut, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto pun mengingatkan agar antara pengguna barang/jasa dengan penyedia jasa harus kompak. “Penyedia jasa harus bekerja dengan sungguh-sungguh dan menyelesaikan pekerjaan sesuai rencana. Patut diingat bahwa masyarakat sangat kritis atas pekerjaan yang kita lakukan,” kata Arie.

Setara Raja Ampat
Sementera itu, Kepala BPJN III Sumatera Barat, Syaiful Anwar menjelaskan bahwa jalan akses Wisata Mandeh menghubungkan Teluk Kabung-Sungai Pisang-Sungai Nyalo-Mandeh-Carocok-Tarusan. Pembangunan jalan mendukung destinasi wisata yang dijuluki Raja Empat-nya Sumatera tersebut telah dimulai sejak tahun 2016.

“Kami harap PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan Satker (Satuan Kerja) bekerja keras di lapangan, karena waktunya singkat, ditargetkan selesai akhir tahun 2018 namun pekerjaannya cukup banyak,” ucapnya.

Ditambahkannya, pembangunan jalan akses tersebut akan memanfaatkan jalan eksisting yang masih berkondisi tanah. “Hal ini tentunya akan memperlancar pengerjaannya karena tidak memerlukan pembebasan lahan yang biasanya memakan waktu lama,” katanya.

Editor: Hendrik JS

Previous articleWiranto: Pelantikan Pj Gubernur Jabar Tak Terkait Hassanah
Next articleKemensos Salurkan Kebutuhan Logistik dalam Proses Pencarian Korban KM Sinar Bangun