Jakarta, PONTAS.ID – Penataan Tanah Abang yang saat ini dilakukan dinilai sebagai bentuk manajemen tambal sulam. Pasalnya, kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur dari satu kebijakan ke kebijakan berikutnya kerap berubah di tengah jalan.
Pernyataan ini dilontarkan Pakar Manajemen Konstruksi, Manlian Ronald Simanjuntak, menanggapi kebijakan Pemprov DKI dalam menata kawasan Tanah Abang yang kerap berubah-ubah, karena tidak memiliki perencanaan yang jelas.
Menurut Guru Besar Universitas Pelita Harapan ini, menata Kawasan Tanah Abang, memerlukan proses awal yang valid dan tegas. Tidak bisa ‘tambal sulam’ dan terus berubah di tengah jalan. Terlebih menjelang perhelatan Asian Games yang akan digelar Agustus mendatang.
“Prosedur yang seharusnya, diawali proses Perencanaan, kemudian dilanjutkan dengan membuat perencanaan tersebut menjadi Dokumen Proyek yang andal dan terintegrasi dengan Tata Ruang, Keandalan Bangunan Gedung, serta Kebijakan mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan,” jelas Manlian kepada PONTAS.id, Minggu (20/5/2018).
Dia pun menyarankan Pemprov DKI selalu membuat pertimbangan yang matang sebelum membuat keputusan. Pertimbangan matang tersebut kata Manlian, dilakukan dengan pendekatan Manajemen Proyek, “Sehingga keputusan yang diambil berdasarkan perencanaan,” pungkasnya.
Editor: Hendrik JS



























