Ustadz M Nasih Ulwan LC: Amanah Merupakan Barang Langka

Ustadz, M Nasih Ulwan saat Berceramah di Hadapan Jamaah Masjid Al Mu'min Kelapa Gading (foto:PONTAS.ID)

Jakarta, PONTAS.ID – Amanah merupakan suatu barang langka di hadapan manusia zaman ini. Kalimat itu merupakan sepengal kalimat yang disampaikan oleh Ustadz M Nasih Ulwan LC saat menjadi khotib di Masjid pada Jumat (4/10/2024).

“Marilah kita ingat betul ketika ingin berkhianat atas amanah yang ada dipundak kita, bertakwalah kepada ALLAH Subhanahuata’ala sesungguhnya amanah yang dititipkan pasti akan dimintai pertanggungjawaban,” pesannya kepada jamaah Jumat Masjid Al Mu’min, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Amanah tentunya tidak bisa dipisahkan dengan ketaqwaan. Demi mengairahkan ketaqwaan jamaah, Ustadz muda itu pun bercerita tentang kisah pengembala Kambing yang sangat Amanah.

Suatu hari Abdullah bin Umar bersama sahabat-sahabatnya pergi ke pinggiran kota Madinah. Saat istirahat dan makan, mereka bertemu dengan seorang penggembala kambing yang sedang lewat. Suatu hari Abdullah bin Umar bersama sahabatnya pergi ke pinggiran kota Madinah. Saat istirahat dan makan, mereka bertemu dengan seorang penggembala yang sedang lewat.

Saat bertemu dengan penggembala itu, Ibnu Umar kemudian mengajaknya untuk ikut berkumpul dan makan bersama.

“Kemarilah, ayo makan bersama kami,” ajak Ibnu Umar kepada penggembala yang sedang melintas itu.

“Terima kasih, saya sedang berpuasa,” jawab singkat si pengembala

Ibnu Umar merasa kagum karena di tengah terik matahari, penggembala itu tetap menjalankan ibadah puasa.

“Di hari yang sangat panas seperti ini, di tengah perbukitan sambil menggembala kambing, engkau tetap berpuasa?” ucap Ibnu Umar.

“Waktu berlalu begitu cepat, saya tidak ingin menyia-nyiakannya,” jawab penggembala itu

Ibnu Umar kemudian mengajukan penawaran kepada penggembala agar mau menjual salah satu kambingnya.

“Nanti sebagian dagingnya kami bagikan kepadamu untuk kamu gunakan sebagai bekal berbuka puasa,” tawar Ibnu Umar.

“Kambing-kambing ini bukan punyaku tapi punya majikanku,” jawab penggembala menolak tawaran Ibnu Umar.

“Gampang, nanti kamu bilang saja pada majikanmu bahwa salah satu kambingnya dimakan serigala,” kata Ibnu Umar menggoda penggembala itu.

“Lalu di manakah Allah?” jawab penggembala meyakinkan bahwa Allah selalu mengawasi hamba-Nya. Tidak lama kemudian penggembala itu berlalu meninggalkan Ibnu Umar.

Setelah kembali ke Madinah, Umar menemui majikan penggembala yang diketahui sebagai hamba sahaya itu. Ibnu Umar kemudian membeli kambing-kambingnya. Tidak hanya itu, Ibnu Umar juga kemudian memerdekakan penggembala tersebut dan memberikan kepadanya kambing-kambing yang baru saja dibeli.

Hikmahnya yang dapat dipetik adalah betapa pentingnya sikap Amanah.

“Bertakwa kepada Allah SubhanahuaTa’ala dalam menjalani kehidupan. Taqwa adalah sebaik-baik bekal ketika menghadap Allah Azza WA Jalla,” pungkasnya mengakhiri

 

Penulis:Rahmat Mauliady

 

 

 

Previous articleSemarakkan HUT TNI ke 79, Ribuan Tentara Penuhi Marshalling Area Rusun Nagrak
Next articleTinjau TPS Waduk Cincin, Pemkot Jakut Optimis Rampung 3 Bulan