Trenggalek, PONTAS.ID – Komisi III DPRD Trenggalek menggelar rapat dengan lembaga eksekutif mengenai evaluasi pembangunan 12 ruas jalan yang menggunakan anggaran dari pinjaman daerah. Sebab, dilakukan evaluasi tersebut karena program prioritas yang telah diusulkan sejak lama ini belum dilaksanakan, yakni jalan jalur Sebo – Kampak.
“Tengang 12 ruas jalan yang akan dikerjakan menggunakan anggaran pinjaman daerah belum kita evaluasi. Sementara untuk pencarian pinjaman daerah tahap pertama sebesar Rp 37 milyar itu akan masuk pada APBD perubahan tahun 2021 ini,” tutur Ketua Komisi III DPRD Trenggalek, Sukarodin, Kamis (23/9/2021).
Jadi, kata Sukarodin, terkait ruas jalan belum ada evaluasi, pencarian tahap pertama nanti digunakan untuk pembangunan rumah sakit daerah yang sebelumnya akan dilaksanakan persentasi.
“Rencana 12 ruas jalan nanti tentu akan kita cek benar atau tidak dan apakah itu masuk program prioritas,” tambahnya.
Menurutnya, meskipun itu nanti sudah diputuskan oleh eksekutif, namun jika nanti DPRD memiliki pandangan lain, mungkin saja hanya beda kacamata. Seharusnya perbaikan jalan dilakukan yang menjadi prioritas dan telah masuk perencanaan awal.
“Misal ada ruas jalan yang lebih penting diperhatikan yakni Kampak -Watulimo. Itu ditujukan untuk mengalihkan laju perekonomian hasil bumi dan laut dari Munjungan, Panggul dan Watulimo,” jelas Sukarodin.
Bahkan, pihaknya berharap dengan ada fasilitas jalan itu, perekonomian yang ada di Trenggalek bisa melaju ke jalur Kampak.
“Jadi, jalan satu satunya adalah dengan memperbaiki dan membangun ruas jalan Sebo – Kampak. Jika memang skala prioritas kenapa tidak dilakukan, itu juga untuk pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19,” tandasnya.
Penulis: Saelan
Editor: Ahmad Rahmansyah.
















