Kasus PMK Berkurang, Dinas Peternakan dan Keswan Lakukan Vaksinasi Pada Sapi

Pasuruan, PONTAS.ID – Penyebaran virus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Pasuruan masih menjadi perhatian serius. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan telah mengambil langkah proaktif yakni melakukan vaksinasi pada 7.000 ekor sapi untuk menekan penyebaran virus tersebut, terutama pada sapi yang siap dijual.
“Saat ini, kondisi sapi yang terkena PMK masih ada. Namun, tetap diawasi,” ungkap Ainur Alfiyah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Rabu (5/2/2025).
Ainur menjelaskan bahwa seluruh sapi di pasar hewan yang berasal dari peternak di wilayah Pasuruan telah dinyatakan sehat berkat program vaksinasi yang telah dilakukan. “Sapi yang siap jual sudah dilakukan vaksin dan dijual ke pasar. Tahun ini, jatahnya 60.000 dosis,” tuturnya.
Menurut catatan, pada empat hari terakhir terdapat 172 ekor sapi yang terjangkit PMK di 24 kecamatan. Rinciannya adalah 122 ekor masih dalam proses perawatan, 40 ekor sembuh, 9 ekor mati, dan 1 ekor terpaksa dipotong.
“Kami masih melakukan vaksinasi, pengobatan, sosialisasi kesehatan hewan, dan disinfeksi lingkungan peternakan serta pasar yang tetap kami awasi,” tegas Ainur.
“Sebelumnya, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan juga telah menutup pasar sapi selama dua pekan. Namun, sejak 29 Januari 2025, pasar telah dibuka kembali dan peternak sapi dapat melakukan transaksi jual beli,” tutupnya.
Penulis : Abdullah
Editor : Fajar Virgyawan Cahya
Previous articlePB KODRAT Pastikan Tarung Derajat Siap Menjadi Cabor PON 2028
Next articleSiti Fauziah Terpilih Menjadi Ketua DPP Korpri Sekjen MPR RI