Peneliti Core: Kenaikan Harga Beras Jelang Ramada karena Stok Menipis

Jakarta, PONTAS.ID – Kenaikan harga beras menjelang Ramadan tahun ini terjadi karena stok beras di pasar cenderung menipis.

Penyebabnya panen raya diperkirakan mundur akibat mundurnya masa tanam akhir tahun lalu karena kekeringan yang juga menyebabkan turunnya produksi nasional.

Demikian hal ini disampaikan Peneliti Core Indonesia, Muhammad Ishak Razak menanggapi Pemerintah memutuskan menambah penugasan impor beras kepada Perum Bulog sebanyak 1,6 juta ton untuk sepanjang tahun 2024 ini.

“Stok yang menipis ini mendorong produsen dan pedagang menaikkan harga. Harga beras internasional juga masih sangat tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meskipun mulai sedikit menurun pada bulan Februari,” kata Ishak, Selasa (27/9/2024).

Di samping itu, sambung Ishak, ada kecenderungan masyarakat meningkatkan konsumsinya di bulan Ramadan sehingga secara umum harga-harga barang cenderung meningkat, termasuk beras. Apalagi, pembagian bansos besar-besaran oleh pemerintah juga mempercepat penurunan cadangan bulog.

Disisi lain Ishak mengatakan, kenaikan beras yang sangat tinggi bulan ini memang harus disikapi secara tangkas. Terlebih, Pemerintah seharusnya melakukan operasi pasar dengan menjual beras murah di pasar-pasar tradisional.

“Pemerintah harus memerintahkan Bulog untuk mengeluarkan cadangan berasnya khususnya kepada masyarakat miskin,” tegasnya.

Previous articleSidang Paripurna, Pj Bupati Pasuruan Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2023
Next articleKomisi II: Perlu Evaluasi Keserentakan Pemilu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here