Cegah Delay, RSUD Bangil Ciptakan Inovasi ELADALAH 

Pasuruan, PONTAS.ID – Demi mewujudkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, RSUD Bangil menciptakan inovasi ELADALAH (Edukasi, Layanan Ingatkan Kontrol, Daring Masalah Kesehatan Sebelum Kontrol, Layanan Bantu Daftar Kontrol, dan Hotline Untuk Keadaan Emergency). Di masyarakat, masih banyak ditemukan kasus pasien pasca rawat inap yang menunda jadwal kontrol, bahkan ada yang sudah tidak mau kontrol lagi.

Sementara itu Kondisi saat ini semakin parah saat pandemi Covid-19 lalu, pasien takut dan enggan kontrol sehingga proses perbaikan kondisi atau penyembuhan pasien semakin lama.

Terkadang ditemukan juga kondisi pasien tidak semakin membaik malah semakin memburuk dan ujung-ujungnya dibawa kembali ke IGD dengan kondisi lebih parah. Hal ini terjadi terutama pada pasien yang tinggal di daerah pelosok dengan kondisi pasca rawat inap yang seharusnya perlu perawatan berkelanjutan.

Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan diri sendiri untuk kontrol serta rendahnya kepedulian untuk mengetahui tindakan berkelanjutan pasca rawat inap, dapat ditunjukkan dari angka kunjungan rawat jalan di RSUD Bangil yang mengalami penurunan.

Humas RSUD Bangil Hayat menjelaskan, pada 2019 jumlah kunjungan 158.662 dan pada 2020 turun menjadi 94.255 kunjungan. Penyebab lain turunnya kunjungan adalah kesulitan transportasi dan beberapa kendala prosedur pengurusan rujukan berjenjang, ungkap Hayat pada Rabu (7/2/2924).

Menurutnya, selama ini pasien enggan kontrol disebabkan karena beberapa faktor, di antaranya:
1. Pasien Pasca rawat inap merasa sudah sembuh benar, padahal kesadaran kontrol itu untuk pemulihan penyembuhan pasca rawat inap supaya kondisi lebih baik dan lebih cepat.
2. Terbatasnya sarana transportasi pasien, karena infrastruktu wilayah Kabupaten Pasuruan yang sangat luas dengan geografi dikelilingi pegunungan darat dan lautan, sehingga akses transportasi umum belum semuanya dapat terjangkau terutama di wilayah pelosok.
3. Karena pasien merasa sudah sembuh jadi enggan mengikuti prosedur pendaftaran Offline, karena harus menunggu terlebih dahulu
4. Masa pandemi Covid-19 membuat sebagian besar masyarakat takut ke rumah sakit, karena takut di-Covid-kan,”jelasnya .

Sehingga, kata Hayat, tujuan dari inovasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kontrol pasca rawat inap dan meningkatkan kesehatan masyarakat yang paripurna.

“Tujuan ini perlu dicapai dengan cara meningkatkan pelayanan dan kepedulian petugas, memudahkan pasien untuk kontrol, mempercepat proses penyembuhan dengan sadar kontrol, mempermudah akses layanan kontrol masyarakat yang di pelosok,” tutupnya.

Penulis ; Abdullah
Editor: Rahmat Mauliady

Previous articleJokowi Didesak Hentikan Pemberian Bansos Secara Non Prosedural
Next articleMassa Andy Cahyadi Berkonvoi Ria ke GBK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here